BELUM ADA JUDUL - lagi writer block

BELUM ADA JUDUL - lagi writer block

  • WpView
    Reads 1,446
  • WpVote
    Votes 606
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
Yasa, seorang selebriti chef dengan restoran yang bercabang kemana-mana. Suatu hari ia membutuhkan seorang asisten pribadi namun ia tidak memiliki banyak teman. Terlebih lagi ia tak mudah percaya dengan orang lain, bahkan ia tak mempercayai lebih dari lima orang di dunia ini. Sehingga ia tak memiliki pilihan selain mengandalkan sahabatnya untuk mencarikan orang yang tepat. "Daripada susah cari asisten mending coba percaya aja sama rekomendasi Adri. Ya walaupun dapetnya yang modelan kaya Irma. Ngrepotin sih, tapi kayaknya dia baik. Yang terpenting dia cewek, katanya cuma cewek yang bisa ngertiin cowok." -Abiyasa Pratama, 26 tahun. ________________________________________ Ternyata predikat lulusan akuntansi irma tidak berguna untuknya saat ini. Buktinya, saat ini ia malah menjadi seorang asisten pribadi chef. Tapi ia tak peduli, asalkan ia bisa mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan uang. Serta yang terpenting adalah bisa menutup mulut ibu-ibu komplek dan kakaknya. "Nggak masalah jadi asisten pribadi chef. Chef Yasa juga nggak jelek, mayan lah bisa cuci mata. Sekalian nampol mulut-mulut tetangga." -Irma Zedyana, 24 tahun. start : 17-08-21
All Rights Reserved
#176
cowokcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Love Letters [END]
  • Titah Agung
  • FAT(E) LOVE
  • Rahara
  • ZeBara
  • Aza's Project
  • Om, Ayo Nikah!
  • Ok, Boss! [Re-Post]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines