Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    LECTURES 1,516
  • WpVote
    Votes 281
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., sept. 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[18+] (n) Eccedentesiast: seseorang yang menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman. Tw // depression, toxic society, bullying, suicide idealism, suicide thoughts, suicide attempt, mention of rape, abusive parents, majore character death, self harm, hurt/comfort, etc. ••• "Gue yakin, lo gak bener-bener pengen mati. Iya kan? Lo cuma capek sama hidup lo, sama pikiran negatif yang terus menggerogoti lo setiap hari tanpa belas kasihan. Gue ngerti, di balik jiwa lo yang hampir mati rasa ini, lo juga berharap semuanya berakhir dengan cara yang baik kan? El..lo gak pantes mati pake cara kayak gini, lo berhak buat ngejar kebahagiaan lo sendiri." -Faranadya Chain Start: 11-09-2021 Finish: -
Tous Droits Réservés
#737
twice
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TOXIC RELATIONSHIT [END]
  • MENDUNG
  • ✔ Scheduled Suicide Days | salicelee.
  • Core d'Azur | KookMin
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • The Novel - seoksoo fantasy AU•
  • Eccedentesiast ; BTS Jungkook✔
  •  love Or Hate🔞
  • Destiny [Revisi]
  • Ramesta (RAHASIA SEMESTA) |REVISI

WARNING!! PART LENGKAP DAN SIAP-SIAP PATAH HATI! 𝓙𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓰𝓪𝓷𝓽𝓾𝓷𝓰𝓴𝓪𝓷 𝓱𝓲𝓭𝓾𝓹 𝓹𝓪𝓭𝓪 𝓼𝓲𝓪𝓹𝓪𝓹𝓾𝓷 𝓴𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓼𝓲𝓪𝓹𝓪𝓹𝓾𝓷 𝓲𝓽𝓾 𝓹𝓪𝓼𝓽𝓲 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓰𝓲. _________ HAPPY KIYOWO_________ Pernahkah kalian dibanding-bandingkan dengan adik sendiri sampai berusaha keras untuk mendapat nilai yang bagus untuk mempertahankan harga diri di depan orang tua? Pernahkah kalian merasa kehidupan terlalu tak adil baik di keluarga, percintaan maupun pertemanan? Adakah yang pernah dipukuli ayahnya sampai merasa lebih memilih mati saja? Adakah yang membenci orang tua karena sudah jadi penyebab penderitaan dan kehancuran keluarga? Hidup itu tak adil untuk semua orang, tak ada yang terlalu bahagia di dunia ini. Berharap kebahagiaan itu datang? Sudahlah, harapan hanyalah sebuah gerbang menuju kekecewaan. Kita adalah kumpulan luka yang mencari tempat untuk sekadar singgah. Pahit yang diterima dan patah yang takkan pernah utuh adalah bagian dari perjalanan untuk menemukan rumah, langkah tak berarah mencari rumah yang telah dirampas semesta. Dunia terlalu kejam atau diri ini yang terlalu lemah? Sakit ini bukan sakit biasa tapi apakah pantas untuk seorang seperti diri ini menyerah pada keadaan? Sungguh tak ada harga diri lagi jika kata menyerah itu terucap tapi rasa-rasanya untuk berjuang sudah tak punya tenaga lagi. Apakah ada jalan untuk menuntaskan derita ini? Terluka sendiri dan bangkit sendiri, memberi perekat pada hancur tak terikat. Jangankan mati, hidup sudah terasa seperti neraka. Start 9 Maret 2022 Finish 11 Juli 2022

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu