Setelah Hujan [Completed]

Setelah Hujan [Completed]

  • WpView
    Reads 624
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 20, 2021
Kisah setelah hujan, suasana menyegarkan yang kalian rasakan saat hujan mereda. Hawa sejuk dan asri yang menenangkan pikiran. Begitupun dengan Alana yang kedatangan sesosok aneh dengan kekuatan misterius. Yang lebih aneh orang itu hanya muncul seusai rintik-rintik air berjatuhan ke bumi. Kehadirannya memberikan rasa nyaman pada Alana. Orang yang biasa datang dan lenyap begitu saja. Ya, dia adalah sesosok lelaki Setelah Hujan.
All Rights Reserved
#136
kristal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Liberosis
  • Hujan
  • Nay Hujan di Bulan Juni
  • Night Has Change~
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • After J (Complete)
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Echo of NOVA
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
Liberosis

"Kamu emang anak yang gak berguna! Saya menyesal sudah membesarkan kamu! Apa yang bisa saya banggakan? Gak ada!" "Memang gak ada! Gak ada yang bisa Papa banggain dari aku. Meskipun aku udah berjuang selama ini, itu semua gak ada artinya untuk Papa!" "Anak kurang ajar!" PLAK! Di tengah derasnya guyuran hujan, pria belasan tahun itu melangkah tertatih-tatih dengan darah yang mengucur dari pelipisnya. Wajahnya penuh lebam, sudut bibirnya robek, menyisakan rasa perih yang begitu luar biasa ketika bercampur dengan air hujan. Ia berjalan tak tentu arah di pinggir trotoar, kaos hitamnya basah mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis, pria itu hanya memakai celana pendek sehingga bulu-bulu di kaki jenjangnya terlihat jelas bahkan udara yang sangat dingin begitu menusuk ditambah tidak memakai alas kaki. Kepalanya menengadah ke atas langit. Membiarkan ribuan rintik hujan itu menampar wajahnya. Matanya terpejam sejenak. Dari radius dua ratus meter tempatnya berdiri, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sudut bibirnya terangkat. Sepertinya seru, itu pikirnya. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah pelan turun ke jalan aspal seperti orang yang tidak berminat untuk hidup. Dari arah kanan, mobil melaju begitu kencangnya tanpa melihat ada seorang yang berdiri di tengah jalan karena ribuan air itu menutupi kaca mobil sehingga sopir tidak mampu menatap dengan jelas. Selamat tinggal, dunia yang menyakitkan. Namun lima meter lagi saat mobil hendak menyentuh tubuhnya, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangan pria itu dengan begitu cepat. Napasnya berburu kencang. "LO GAK WARAS?!" Perempuan bermata biru itu ... setidaknya itu yang Alvan lihat sebelum matanya benar-benar terutup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines