I'm Not Perfect

I'm Not Perfect

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Di balik tawa yang keras ada luka yang di sembunyikan dengan samar, agar tidak terlihat oleh orang lain. Di balik bahagianya ada sakit yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Yang terlihat kuat tidak sekuat yang di lihat, yang terlihat seperti tidak ada masalah ada kecewa di dalamnya. Tidak ada yang sempurna, semua pada porsinya, cara mengungkapkan mereka yang berbeda dan cara menyembunyikan juga berbeda. Rain Anabella, gadis penyuka hujan yang menyembunyikan segala lukanya sendiri tanpa bantuan orang lain, tanpa support dari orang lain yang memeluk dirinya sendiri saat terluka. Hujan sebagai temannya di kala sepi dan hujan menjadi penenang saat pikirannya kacau. Tawa yang paling keras sebagai penutup segala lukanya, segala yang di rasanya ia hanya bisa tertawa.
All Rights Reserved
#19
coretantangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Raymentara
  • Sebuah Pesan Untuk Hujan [END]
  • Lingga [SELESAI]
  • THE RAIN
  • Langit Yang Sama
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • Warna Untuk Pelangi [✓]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines