We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I'm Not Okay

I'm Not Okay

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Menceritakan Seorang gadis cantik dan ramah yang dibully,dihina, dicaci-maki dan dijadikan babu oleh teman dan adik kelasnya, membuatnya menjadi anak yang introvert dan menjadi anak yang tidak banyak berbicara ketika berada diluar rumah. Tidak hanya lingkungan sekolahnya saja diadi bully, Ternyata dirumahnya juga dia selalu diremehkan oleh ibu dan adik perempuan pertamanya. Setelah kakek dan neneknya meninggal dunia Bellia selalu diperlakukan tidak adil oleh ibunya. Sekejam itu dunia padanya sampai dia hilang jati dirinya sendiri,hingga dia tidak percaya lagi kepada orang-orang sekitarnya. Seburuk itu dampaknya hingga mengubah seorang anak yang periang menjadi anak yang introvert. Akankah Bellia bertahan hingga akhir atau dia akan menyerah dan mengakhiri hidupnya? ntahlah #bully #bullying #STOPBULLYING
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Beri aku kesempatan sekali saja
  • [END] Dadah, Mama!
  • kisah cya Revisi
  • GHOST FROM THE PAST (TAMAT)
  • Trauma terhadap Bullying
  • AMORA Wounded Girl (Perjodohan)
  • LUKA LILY {Revisi}
  • Nothing Impossible
  • 𝓑ehind the rain

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines