NAKESYA
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 6, 2022
"Bukan aku yang menginginkan ini, tapi takdirlah yang sedang ku alami." ~NAKESYA~ Nakesya Gadis yang belum menemukan kebahagiaanya. selalu di bandingkan dengan saudaranya. kenyataan diri nya yang selalu kurang beruntung. semua kebahagianya hilang dalam sekejap. hanya dalam semalam. Sadar tidak sadar, dia berada dalam posisi yang sangat sulit. Punya otak kan? Bisa mikir dong? Punya otak tu di gunain. Tang, lo kenapa sih? Lo kenapa jadi kasar gini ke gue? Salah gue apaan sama lo? Lo mintak gue ngejauh dari lo, udah gue Lakuin. Dan sekarang gue cuman minta di jemput, Gue ga tau harus pulang pake Apaan. Read "Kenapa semuanya benci sama gue sih? Kenapa gue ga terlahir sebagai Nafisya? Gue capek kalau selalu diginiin." Ucap Nakesya terduduk menahan hembusan angin malam yang menerobos sampai ke hatinya.
All Rights Reserved
#467
kembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Sejenak Luka
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • SATRIA : not considered
  • LENGKARA
  • Tidak ada yang pernah mendengar teriakku
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • MOYRI BERLIZHA
  • DIVIDED LOVE

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines