We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unexpected Holiday 2. Sesuatu Merasukinya

Unexpected Holiday 2. Sesuatu Merasukinya

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 4, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
"Eh, denger-denger di kelas kalian ada guru baru. Siapa?" tanya Kiki. "Namanya Bu Dewi Kunti" jawab Tara. "Itu lho, yang ditabrak Putra waktu itu di toko" lanjutnya. "Oh, jadi dia itu guru" gumam Kiki. "Ngajar apa?" tanya Agnes. "Dia jadi wali kelas kita" jawab Putra. "Dia itu wajahnya dingin, jarang senyum juga" cerita Canna. "Bu Dewi Kunti juga sering liat sesuatu di dompetnya. Wajahnya juga agak sedih, gitu. Dia liat apa di dompetnya?" Tanya Putra. ---------*----------*---------- Baca Unexpected Holiday 1. Banyan Tree and Lake dulu. Biar paham tokohnya, masalahnya dll.
All Rights Reserved
#239
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • THE ARVELLO
  • Susanti
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • Ruang tua 12.A  (Tamat)
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Merah : Kursi Belakang [Tamat]
  • School Horror✔

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines