Labuhan Terakhir

Labuhan Terakhir

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 13, 2021
Aku menyukainya, sangat. Seolah di duniaku hanya ada dia. Tapi, apakah aku bisa menyebut ini cinta? -Nayya Awalnya, aku hanya ingin main-main. Tapi semakin lama, aku dan dia semakin dekat. Aku nyaman ketika dia selalu berada di sisiku. Tapi entah mengapa, hati ini seolah masih meragukannya. -Alvin Setelah pencarian yang panjang, akhirnya ku menemukan seorang wanita yang sangat ingin aku perjuanhkan dan bahagiakan, setelah bunda dan adik perempuanku. Ia sangat berarti dalam hidupku. Aku tak pernah se-yakin dan se-bertahan ini, memendam rasa pada seseorang, sampai bertahun-tahun lamanya. -Haykal
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#738
perasaan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Cahaya Dirimu
  • Pelangi
  • Miss You Love
  • Yang Tertinggal
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Perihal Hati
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • my everything

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan