BUKU PEMBAHASAN

BUKU PEMBAHASAN

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 13, 2021
Sepuluh tahun yang lalu ada sebuah rasa yang begitu menyita banyak sekali kata, sehingga saya tak bisa mengungkapkan apa-apa. "Sejak sepuluh tahun yang lalu rasa itu masih saja bersemayam begitu tenang dalam jiwa". Kemudian tiga tahun setelahnya kepada seseorang yang berbeda saya bisa menyampaikan dua kata yang sampai saat ini tidak pernah memiliki kata pengganti untuknya "saya kecewa". Dan dua tahun berikutnya seseorang kembali datang dengan begitu banyak kosa kata yang ingin ia sampaikan, membuat saya mengerti bagaimana caranya berbicara tentang sebuah rasa, namun ia tak menyadari bahwa terlalu penuh kata yang ia ungkapkan hingga ia lupa bahwa saya juga perlu didengarkan. Pada akhirnya mereka semua membuat saya mengerti bahwa tak mengapa sebuah rasa tidak diungkapkan dengan kata-kata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • TEMAN HIDUP ( END )
  • SEMENTARA UNTUK SELAMANYA
  • Garis yang Menyatu
  • Dia Istriku
  • New Rose
  • Maybe It's You(?)
  • Niskala (Selesai)

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines