Mari Bersenandika

Mari Bersenandika

  • WpView
    Odsłon 13
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 3
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pon., sie 16, 2021
WpInfo
Poezja
"Senandika kecil adalah gambaran dari kamar saya yang selalu berantakan. Kertas di mana-mana, suka bingung nyari pensilnya ke mana. Buku bergaris pada lusuh, banyaknya dari pikiran keruh". Ini hanyalah cerita 'celotehanku' sehari-hari dari banyaknya pikiran yang sibuk berlalu lalang. Maaf, jika banyak cerita yang kurang menyenangkan untuk dibaca. Karena mereka adalah hasil dari kalutnya 'manusia-manusia' di dalam kepalaku yang setiap hari berteriak kelaparan. Dan, menuliskannya adalah cara mereka makan. Selamat membaca, dan sekali lagi maaf, jika kamu menjadi pengunjung dari 'manusia-manusia' di dalam kepalaku.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#408
short
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Alisa's Story
  • SHORT STORY
  • [END] SHORT STORIES
  • Attention to Detail [END]
  • GREENSTA [END]
  • SHORT STORY
  • Rasa Tanpa Kata
  • Short Story (On Going)

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści