SAQEELAA

SAQEELAA

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 24, 2021
Hanya Alex yang berdiri disisinya disaat semua orang meninggalkannya. Hanya Alex tempat dia bersandar. Begitupun Alex, seluruh hidupnya ada pada Saqeela. Saqeela telah dijadikan rumah bagi Alex. Bukankah itu kisah cinta yang sempurna? Dua luka yang sama-sama sudah punya obat nya. Alex yang bodoh membuatnya tersesat tanpa arah. Alex, membuat Saqeelaa hancur sekali lagi. Kau bodoh, Alex. Hanya Saqeelaa satu-satunya pundak ternyaman yang kau punya. Hanya tangan Saqeelaa yang bisa menggenggam tanganmu erat tanpa melepasnya. "Kamu terlalu abu-abu buat aku, Alex." Disaat kau menyadarinya, semua sudah terlambat. "Terimakasih, atas maaf yang slalu kamu berikan. Dan maaf, untuk terimakasih yang lupa aku ucapkan." Kehilangan adalah luka terberat dalam sebuah kisah cinta. 🆙21ags2021
All Rights Reserved
#915
berjuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • 04:Love Struggle✔
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • NADINE (Completed)✔✅
  • I'm Keysa
  • Dandelion
  • AKARA (Terbit)
  • REZANGGA [SUDAH TERBIT]
  • Maaf, Aku Terlambat END✅

[Naskah terbaik dalam Event Writing Challenge Batch 01 di adakan oleh penerbit @journeymedia ] ●●● Pertemuan dan perpisahan adalah satu paket lengkap yang akan selalu melekat dalam atma. Begitu pula dengan kepergian, yang akan menemukan jalan pulang meski sejauh apa pun ia melangkah. "Menurut kamu, apa yang lebih menyakitkan dari sebuah perpisahan?" tanya Bastian seraya menengok ke arah Azalea. "Apa?" Manik keduanya bertemu dan saling bertatap. "Saat kamu menyadari bahwa seseorang pergi tanpa memberikan kenangan indah di akhir pertemuannya." Azalea langsung menatap tajam Bastian. "Bas, please ... Jangan ngomong gitu lagi." "Kita nggak pernah tahu, kapan kita akan menutup mata dan kapan kita akan membuka mata." Akankah kisah ini mampu memperbaiki luka yang telah terpendam sejak lama? Ataukah sudah saatnya berada di penghujung penderitaan dan bertemu dengan sebuah kata pisah? "Farewell is not the end of everything. Setiap kisah akan selalu menemukan jawabannya, meski harus menunggu bersama jutaan luka." ●●● [Disarankan membaca melihat tahun karena cerita ini memiliki alur maju-mundur] ©2021fidy

More details
WpActionLinkContent Guidelines