ALVIAN

ALVIAN

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 16, 2022
Sebuah lagu yang kehilangan harmoninya, merupakan sebuah kegagalan terbesar bagi seorang musisi apalagi seoran pemain piano profesional yang harus selalu memiliki nada dan juga harmoni disemua not lagu yang dia mainkan. :0 " Menjauh dariku" "Tunggu sebentar sya, aku mohon" perempuan itu menepis tangan yang menahannya itu degan cepat. " Sya dengerin aku sebentar, aku bisa jelasin aku mohon sya" " Jelasin apalagi hmm? kamu mau bilang aku salah paham ha? basi tau ga" " Asal kamu tau, aku sekarang sangat sangat membecimu, bahkan untuk melihatmu saja aku rasa aku tidak sanggup lagi dan aku mohon kamu segera pergi dari sini, ah dan juga jangan pernah kembali dan ku mohon menghilanglah dari kehidupanku" sambung perempuan itu dengan wajah datar namun penuh air mata diwajahnya. "Maaf, aku pamit" :( "Aku ngantuk sya" "Sya aku minta maaf" " Aku mohon jangan pergi" "Ayo kita lihat bintang jatuh sekali lagi, aku mohon" T_T Harmoni yang awalnya mulai terdengar begitu sempurna dengan seluruh melodi yang terangkai indah kini telah runtuh, hancur dan mulai menghilang, kini yang tersisa hanyalah puing puing nada sumbang tak berirama. apakah kini dia harus benar benar kehilangan harmoninya? harmoni yang selalu bersamanya, kini telah hilang. Kini semesta kehilangan harmoni yang tak pernah terdengar laranya. Selamat beristirahat harmoni yang tak pernah sempurna.
All Rights Reserved
#109
alvian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • Sebuah Alunan Nada
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • save me
  • Take A Break
  • My Junior My Love ✔️
  • 5 girls || The problem
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines