We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
EDELWEISS

EDELWEISS

  • WpView
    Reads 493
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang alam tak bermaksud kejam memisah, Ia menunggu waktu yang tepat untuk mempertemukan. Untuk kembali mengukir bebas asa yang pernah hilang, pengorbanan yang lalu habis. ooo Eren Yeager, nama itu selalu terpatri di lubuk hati Mikasa Ackerman. Ratusan tahun lalu Ia hanya mampu menatap nisan dengan harapan alam mempertemukannya di kehidupan yang lain. Manusia tidak pernah tahu bagaimana cara takdir bekerja, Doa itu terjawab, namun tidak dengan cara yang Mikasa harapkan. Di kehidupan baru, Mikasa hanyalah seorang gadis yang rapuh, terjebak dalam trauma masa lalu. Ia bukan lagi sosok yang kuat seperti dulu. Pertemuan kembali dengan Eren pun tidaklah sederhana, ia bahkan nyaris tak mengenali laki-laki itu. Akankah doa ratusan tahun lalu benar-benar menemukan jawabannya? Atau justru, takdir akan sekali lagi memisahkan mereka? Selamat Berkelana di dunia yang baru, Mikasa Ackerman Disclaimer : Fanfiction kisah cinta Eren Yeager dan Mikasa Ackerman, Semua karakter milik Hajime Isayama
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines