Cameron's House

Cameron's House

  • WpView
    LECTURES 693,863
  • WpVote
    Votes 109,800
  • WpPart
    Chapitres 38
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 13, 2022
Keluarga Cameron merupakan keluarga bangsawan terpandang. Reputasi baik mereka pun tak pernah padam. Beruntung atau sial, Evy bisa-bisanya berakhir di dalam rumah itu dengan takdir konyol. Dia juga menemukan suatu fakta. Tidak seperti pandangan khalayak, baginya ... keluarga Cameron hanya sekumpulan orang-orang tak waras saja. *** Hasil gabut yang udah lama gak lanjut:) Kemungkinan bakal kulanjut pas udah di revisi. Start: 14-08-21 ©2021 GyukaJinka.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Blooming Baby
  • Aziela [Revisi]
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]
  • Being a Good Papa [ End ]
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Ex-Fiance's Obsession {END}
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON

Pada kehidupan awalnya Liana merupakan gadis sebatang kara yang ditinggalkan oleh orang tuanya di depan panti asuhan. bukan kasih sayang yang sering dia dapatkan namun, kekerasan dari pengurus panti maupun temannya yang lain, membuat dia bertekad untuk keluar dari panti saat menginjak dewasa. Namun naas saat ia mencoba kabur dari panti di usianya yang berumur 17 tahun, ia malah pingsan.Keinginan untuk hidup lebih makmur malah membawanya kepada kehidupan yang suram dan bertambah suram karena sikapnya yang selalu sok jagoan Saat membuka matanya Liana berfikir dia diselamatkan oleh orang kaya dan mau menampungnya, namun ternyata dia bangun sebagai bocah kecil yang sedang diusir oleh pemilik toko karena ia menghalangi jalan sang pemilik toko. Tak terduga kehidupan kali ini membawanya kepada situasi yang aneh, namun cukup menyenangkan. "kau.... siniii" dengan wajahnya yang menggeram marah "kau boleh memanggilku ayah, kalo mau sih" wajah datarnya itu tidak bisa menyembunyikan pancaran cahaya matanya "aduuh, kau apakan lagi dia" dengan tergopoh gopoh ia jalan kearahku **** Bukan cerita terjemahan Ceritaku pribagi ***** Selamat membaca Bisa dibantu vote yaa terimakasih pstt mari kita saling menghargai karya masing-masing Enjoy it!!!!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu