ALVANYA
  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 20, 2021
BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA VOTE SAMA KOMEN JUGA Bercerita tentang seorang gadis remaja yang dikekang,dan tidak mendapat keadilan di keluarga nya sendiri Namun semuanya berubah setelah datang nya seorang laki laki yang akan mengeluarkan nya dari kegelapan itu Setelah pintunya dibuka terlihat ,papa,mama,dengen Vita,saat hendak pergi ke kamar nya ayahnya bersuara 'masih inget pulang?" Tanya ayahnya Vanya tau sekarang bahwa ayahnya marah kepadanya,dan disini posisinya juga salah "JAWAB,KEMANA AJA KAMU" bentaknya Vanya tidak berani menjawab,dia menundukkan kepalanya dan meremas jarinya dia takut sekali dengan papanya " Pa,pas vita keluar tadi bareng temen Vita,dia pergi sama cwo pa,boncengan" adu Vita Plakk Suara tamparan terdengar keras di isi ruangan tersebut Vanya menangis dan memegangi pipi nya yang terasa panas akibat tamparan papanya "APAKAH KAMU BISU VANYA,JAWAB,KELUARGA INI TIDAK ADA YANG BISU" bentaknya sambil menarik rambut Vanya Kulit kepala Vanya terasa sangat sakit "Ampun pa,Vanya cuma balas kebaikan dia karna tdi udah nolongin Vanya,Vanya gak ngapa"in"lirihnya sambil terus menangis "Pa,tadi Vanya disekolah nabrak orang sampe bajunya kotor kena saos,bikin malu aja pa" sambung Vita "Emang gadis ceroboh kamu,udh gitu gapernah nurut dasar emang" sambung mamanya. Apakah mendapat kebahagiaan itu susah? Dia,hanya dia ,tidak untuk yg lain" "ajal adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar" Happy Reading semoga betah mengandung humor sedikit ,untuk mencair kan suasana. NO PLAGIAT!!! BUKAN TEMPAT PROMOSI!!!
All Rights Reserved
#787
futsal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Xyzie Andrean
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Secangkir Teh
  • Converge With You [On Going]
  • DeKaNa (END)

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

More details
WpActionLinkContent Guidelines