Ketika permata biru itu mulai retak,
Jalanan sunyi yang tak nampak sepeserpun bunyi setapak,
Dan jam dinding yang tak henti-hentinya terus saja berdetak,
Angin mengayunkan sebilah kayu, menggoyangkan sehelai bendera putih,
Dan hujan yang mengguyuri tanah dengan tetesan air pedih,
Terkuras tenaga sang surya hingga mulai meredup kemuning sinarnya,
Tak sadar, pertanda senja mulai tiba,
Dengan kilau merah jingganya , yang menampikkan segala gundahnya,
Terdistraksi, dan dikikis oleh gelap malam yang menampakkan segala kengeriannya,
Sunyi, sepi, semua itu menyayat nadi,
Tak terelakkan, hanya untaian doa dibalut perasaan sedih,
Terlihat Bocah kecil itu hanya terbaring,
Diam membisu dengan suara hati yang nyaring,
Ia menatap mendung , melihat sedikitnya cahaya yang terpancar dari gugusan bintang,
Cahaya yang bersembunyi dengan sedikit malunya di balutan awan,
Ditemani rasa cemas, ia hanya bisa memeluk ilalang,
Dengan harap, esok hari akan tiba dengan secercah cahaya,
Cahaya yang bisa mewarnai permata merah,
[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
VOTE & TINGGALIN KOMENTAR YA GUYS💚
⛔Bahasa Non Baku
⛔Ada Beberapa Kata Kasar
⛔Harap Bijak Ketika Membaca
"Chan,,, muka gw ada apaan sih? Kok tu orang ngelirik - lirik ke gw daritadi?"
"Lo gak usah kepedean deh, ehh tapi.. Kalo dia beneran liatin lo, ya jelas aja sih.."
"Jelas kenapa? Cantiknya kelewatan ya"
"Dih geer lu. Muka lo kan mirip dakocan makanya diliatin mmphhahahhh"
.
.
.
"Lo.. gak mau balikan sama gw?"
"Nggak"
"Gw kasih waktu 5 detik buat lo mikir. 1...2...3...4...5...Jadi?"
"Nggak! Titik."
"Seriusan?!"
"Nanya lagi gw tampol nih!"
.
.
.
SKUYLAH BACA CERITANYA...
HAPPY READING GAESSS🤗