Ruang Tunggu

Ruang Tunggu

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana benar jika hidup adalah ruang tunggu? Betapa mengerikan dan sialnya kita, jika tidak menjaga apapun yang kita miliki sebelum kembali mereka benar-benar pergi. Sekali lagi, tak ada yang abadi di dunia ini. Terkadang, hidup hanyalah tentang menunggu. Kita bisa saja bersedih hari ini, karena sedang menunggu hari-hari bahagia yang akan datang. Kita sedang menjaga dan merawat seseorang, hanya dengan menunggu waktu kita, atau yang seseorang yang sedang kita jaga yang akan pergi lebih dahulu. Kita bisa saja hari ini gagal melakukan sesuatu, untuk menunggu kesuksesan atas jerih payah kita.
All Rights Reserved
#2
ruangtunggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Letter From Chacha (The End)
  • Menunggu tanpa kepastian [S E L E S A I]
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Laksana [END]
  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • BILA: Love Consumes You

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines