Ruang Tunggu

Ruang Tunggu

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 12, 2021
Bagaimana benar jika hidup adalah ruang tunggu? Betapa mengerikan dan sialnya kita, jika tidak menjaga apapun yang kita miliki sebelum kembali mereka benar-benar pergi. Sekali lagi, tak ada yang abadi di dunia ini. Terkadang, hidup hanyalah tentang menunggu. Kita bisa saja bersedih hari ini, karena sedang menunggu hari-hari bahagia yang akan datang. Kita sedang menjaga dan merawat seseorang, hanya dengan menunggu waktu kita, atau yang seseorang yang sedang kita jaga yang akan pergi lebih dahulu. Kita bisa saja hari ini gagal melakukan sesuatu, untuk menunggu kesuksesan atas jerih payah kita.
All Rights Reserved
#59
ardian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • jagad raya
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Letter From Chacha (The End)
  • A Feeling
  • Laksana [END]
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • BEST OF US - TERBIT CETAK

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines