ELEGI RASA
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 13, 2021
Ini adalah sebuah catatan panjang yang tak akan pernah selesai kutuliskan. Awalnya, ragu untuk kubagikan dan sempat berpikir untuk tak di perlihatkan. Namun, seseorang berkata padaku bahwa sudah seharusnya aku kembali. Sudah cukup berada dalam lamunan. Untuk apa bersembunyi? Agar di kejar? Agar di cari? Atau hanya untuk menjadi ketenangan? Sepertinya lebih dari itu. Sekarang, sudah saatnya kembali pada kenyataan, pada hidup yang sebenarnya. Menjadi manusia normal pada umumnya. Maka, mari berkelana denganku. Salam satu rasa❤️
All Rights Reserved
#210
ceritaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • GILANG
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • DAMIAN
  • Cinta Wanita Simpanan
  • MY MANJA GIRL [END✔]
  • Marriage With Mr. Sehun [SehunYura] #BJPW
  • ARLANDIRA (TAMAT)
  • Jejak
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines