Azzya
  • WpView
    LECTURAS 391,106
  • WpVote
    Votos 33,963
  • WpPart
    Partes 61
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 17, 2024
--- selamat membaca kisah rumit, dari aku Cinta si pengatur skenario sebelum tidur--- Bagaimana rasanya memiliki perasaan,yang sebenernya keduanya sama sama tahu jika perasaan itu tak mungkin berjalan dengan baik. kisah cinta yang terhalang dua Geng Motor besar, yang sama sama kuat itu terjadi pada Azsa dan Zya. Seharusnya, kisah ini tidak ada jika keduanya tak memaksakan luka yang akhirnya berujung abadi. Kisah Azsa yang seharusnya tak mencinta Zya, dan Zya yang seharusnya tak mencintai azsa. "Gue mau ikut berjuang sama lo." "Sampai ujung darah penghabisan?" Lalu, buat apa mencintai jika untuk saling memamtikan? Azsa dan Zya, dua orang yang memiliki perasaan sama namun sangat tak mungkin jika bersama. Ntah lah, akan kah kisah ini seperti Romeo and Juliet yang berakhir mematikan? atau, seperti judulnya "Azzya" yang namanya di satukan. ⚠️ Don't Copy My Story! ⚠️ mengandung bahasa kasar & kekerasan! ⚠️ Bukan untuk di contoh! ⚠️ Buang sisi Negatif-nya, ambil Sisi Positif-nya! ⚠️ Dont Judge My Story!!!
Todos los derechos reservados
#175
die
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • INTO IT
  • She's My Girl [Terbit]✓
  • GALLENDRA
  • He's Not A Badboy [TERBIT]✓
  • My Naughty Husband [End]
  • CONUNDRUM✔️ [TAMAT]
  • L & A  || GO INSANE || ✔
  • Aletta
  • TRANSMIGRASI KONYOL
  • Road to Faith [NEW PLOT]
INTO IT

Bagi Azelle Claire Hawthorne, setiap orang memiliki cerita. Dan sebagai seorang jurnalis, tugasnya adalah mendengarkan lalu menuliskannya. Sementara bagi seorang hakim muda, setiap cerita harus didengar, dipertimbangkan, lalu diputuskan berdasarkan hukum. Mereka terbiasa memahami kehidupan orang lain. Ironisnya... Mereka justru gagal memahami perasaan mereka sendiri. Di antara kesibukan, rutinitas, dan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa, keduanya perlahan menjadi bagian dari hidup satu sama lain. Tak pernah ada pengakuan. Tak pernah ada kepastian. Karena mereka sama-sama percaya bahwa masih ada waktu. Sampai suatu hari, diam menjadi jawaban yang sama-sama mereka salah artikan. Dan saat mereka akhirnya menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan... Mungkin semuanya sudah terlambat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido