[✓] I'M ZEVANNYA

[✓] I'M ZEVANNYA

  • WpView
    LECTURES 211,068
  • WpVote
    Votes 10,875
  • WpPart
    Chapitres 31
WpMetadataReadTerminé mer., juin 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Warning, This story already ENDING. ❝ hanya kisah seorang gadis dingin nan cuek yang berpindah jiwa kedalam raga si gadis pencari perhatian. ❞ "what is love? I never felt it sorry! Because it's not in my life." she said sarcastically, Don't forget the grin. "God, I just want to be happy. Why is it not in my life? Because of fate? Fate is too joking with me!" The low words ended with a sad chuckle for him, for himself. ©rdhisty -22117 ending -22609
Tous Droits Réservés
#382
hacker
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Why you Comeback
  • No Longer Mate
  • Eimaikala
  • RAGARA [ on going ]
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • REVANARA
  • Transmigrasi menjadi istri presma!?(TAMAT)
  • I'm a Girl, Bos!

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu