Bimantara | Lee Jeno

Bimantara | Lee Jeno

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 9, 2023
"Lo udah suka gue?" "Belum." "Bimantara, kapan lo suka gue?" Laki-laki itu tak menjawab, hanya memandang langit dengan perubahan warna semakin jingga. Dalam hatinya berbicara, 'Nanti Nin, nanti kalau semua udah siap, kalau semesta mengizinkan, kalau gue dan dunia udah mulai berdamai.' Dua insan yang berjanji untuk saling menjaga, saling menguatkan, saling menyembuhkan. Tapi mereka lupa, seberapa bercandanya takdir berperan. Berjanji untuk menjadi obat satu sama lain, itu omong kosong. Dalam hubungan, satu nya sakit yang satunya jadi obat. Tapi kalau dua-duanya sakit, siapa yang jadi obat? Dua manusia yang sama-sama sakit, rumit disatukan. Satu cara, cuma nunggu gimana takdir bermain. * hasil mikir sendiri, kalo ada kesamaan kata mohon maaf. 16/05/23
All Rights Reserved
#15
goyounjung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Simbiosis Mutualisme
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Bulol [NOMIN]✔
  • Hai Januari
  • psychologycal
  • I Hate You But I Love You
  • ANGGI MAHARANI

Mereka bertolak belakang dalam segala hal. Tapi dunia memaksa mereka untuk berdampingan. Mereka tidak akur. Mereka tidak pernah sepakat. Tapi takdir rumah sakit menempatkan mereka di jalur yang sama, jaga malam yang sama, pasien yang sama, tekanan yang sama. Dari perdebatan-perdebatan kecil yang awalnya hanya soal perbedaan pendekatan, berkembanglah sesuatu yang tak bisa mereka hindari: kehadiran yang perlahan menjadi candu. Pertengkaran berubah menjadi percakapan. Ketegangan berubah menjadi ketertarikan. Dan kebencian... mulai kehilangan bentuknya. Namun ketika masa depan, luka masa lalu, dan ego masing-masing mulai mengaburkan arah, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: Mampukah dua orang yang begitu berbeda berjalan bersama, bukan untuk saling mengalahkan tapi untuk saling menghidupi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines