Jejak Berbekas

Jejak Berbekas

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 15, 2021
Samar-samar bisa ia lihat sosok seseorang di hadapannya. Seorang pria tinggi dengan kulit pucat dan rambut pirang jabrik, semuanya dalam gambar blur. Satu-satunya hal yang paling jelas dari pria itu adalah matanya, dua kelereng hijau terang yang membelalak menatap Dirga balik. Udara tersekat di tenggorokannya. Orang itu .... "DIRGA!" Tubuhnya ditarik ke belakang, kedua tangannya ditahan dengan kuat, dipaksa menurunkan senapan. Dirga memberontak, panik, tetapi sentuhan langsung itu berangsur-angsur membawanya kembali berpijak pada dunia. Kesadarannya mulai kembali, begitu pula penglihatannya yang menjadi lebih jelas. *** Dirga dan PTSD, tetapi ternyata bukan hanya dia yang mengalaminya.
All Rights Reserved
#153
hetalia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Falling into the World of Modeling
  • Blue String - END (Terbit)
  • 'CAGE'
  • .⁠。⁠*⁠♡Menyembunyikan Edentitas✧⁠*.[CH] Slow Up
  • CENGKRAMAN DIRGA'S

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines