Hopeless Romantic

Hopeless Romantic

  • WpView
    LETTURE 349
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, gen 3, 2026
"I was prepared, but it still hurt." - "Gema, Lepasin!" "Maksudnya apa?" "Biar aku perjelas. Aku nyesel udah suka sama kamu. Dari awal kamu cuma anggap perhatian aku sebagai candaan. Lagipula cowok di dunia ini bukan Gema doang. Tunggu sampai Gemini dapet cowok yang lebih segalanya dari kamu, Gema Lintang Abhimanyu. Mulai sekarang aku gak bakal gangguin kamu lagi. Gema gak bakal liat Gemini lagi." Mata Gemini terlihat berkaca-kaca saat mengucapkan kalimat yang seharusnya ia ucapkan dari dulu kepada Gema. Setelah mengatakan itu, dia segera melangkahkan kaki pergi melewati Gema sebelum lelaki itu balas menatapnya tajam dan mencekal lengannya serta mendorong sedikit tubuh Gemini hingga ia mundur menabrak pembatas balkon. Gema mengurung dirinya dengan kedua tangannya dan mentapnya sebentar. Lalu aksi Gema selanjutnya membuat Gemini kaget karena laki-laki itu mencium bibirnya. Gema memiringkan kepalanya dan terus menempelkan bibirnya hingga langit sore ini menjadi saksi keintiman mereka berdua. Gema memajukan wajahnya dan melumat bibir Gemini perlahan, setelahnya dia diam beberapa detik. Laki-laki itu memundurkan wajahnya, memberi jarak dari wajah Gemini. "Gak cinta lagi? Yakin mampu?" Gema bergerak mundur dan tersenyum meremehkan yang ditujukan kepada Gemini. Setelahnya laki-laki itu pergi dari hadapannya dan meninggalkan Gemini yang masih terkejut dengan aksi yang baru saja Gema lakukan.
Tutti i diritti riservati
#235
rich
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti