JURU: Sang Pemburu

JURU: Sang Pemburu

  • WpView
    LECTURAS 21
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 16, 2021
"Mudah bagiku untuk membunuh semua mahkluk seperti Ahool sang penguasa malam, asalkan kau punya emas dan perak". Itulah perkataan Arya yang selalu disebutkan di tengah negosiasi perburuan. Sebagai lelaki perkasa muda sekitar 22 tahun, ia termasuk ke dalam pemburu andal. Arya bukanlah seorang manusia, bukan juga seorang monster, maupun sosok hantu. Arya disebut sebagai Juru, yaitu sosok manusia dengan kekuatan tidak normal atau kita sebut biasanya sebagai "manusia di atas rata-rata". Matanya yang menyerupai lubang hitam dengan titik emas di tengahnya menandakan ia telah melewati ujian untuk menjadi Juru. Datangnya juru disebabkan pada mulanya oleh pergeseran dunia nyata dengan dunia legenda, sebagaimana makhluk dari dunia nyata dan legenda saling bertemu pada setiap titik di Bumi karena adanya kekautan abnormal. Arya yang datang dari perkampungan kumuh dan kemudian dilatih sebagai Juru, memulai perjalanannya menyusuri Nusantara di tengah masuknya para penjajah dan konflik antar kerajaan. Terutama tugasnya sebagai pemburu bayaran para monster yang bergentayangan. Tentunya dimulai dari pekerjaannya mencari koin emas dan perak, yang kemudian menyelamatkan dunia.
Todos los derechos reservados
#466
superpower
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Aji Sang Penakluk Dimensi
  • HOLDER : Descendants of The Witch (END)
  • My Duchess / End
  • Ashita :  The Warrior Of Spirit
  • Garis Interaksi
  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Asphodel ✓
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • SARUNG MAN

All Genre's :Mythic Fantasy, Sciene Fiction, Futuristic Era, Adventure, School Life, Paranormal. Sejak kecil, Jace Damian Harrison tak memiliki teman. Orang-orang menganggapnya pembawa sial, karena siapapun yang berteman dengannya sebagian besar selalu meninggal. Bertahun-tahun hidup tanpa teman, membuatnya terbiasa sendirian. Aura kematian yang selalu dilihatnya hampir setiap hari terasa sangat biasa. Dia takkan repot-repot menghampiri orang itu dan berkata, "Kau akan mati." Namun, Jace tak pernah merasakan kematiannya sendiri. Ternyata rasanya biasa saja. Yang tidak biasa adalah dirinya bertemu dengan ayah yang tak pernah dijumpai seumur hidup. Ayahnya pun tampak tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya. Jace dilempar ke dunia aneh. Dia tak bisa pulang. Sama sekali. "I want to go home, but I don't know where is my home." *** [Semua yang ada di sini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat, itu hanyalah kebetulan. Diharap jangan memplagiat, karena membuat cerita bukanlah hal seenteng merobek buku.]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido