Grow Up

Grow Up

  • WpView
    Reads 356
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Jungkir balik kehidupan yang tiba-tiba membuat Lunar hampir gila. Patahnya percintaan, kehilangan orang tersayang sampai mimpi yang harus direlakan. Lunar kira hidupnya akan tetap sama, dicintai orang tersayang, bahagia yang tak terbilang, sampai semua mimpi dapat ia capai. Namun nyatanya hidup tetaplah hidup, yang kebahagiaan tidak akan pernah menetap, pun kesedihan yang pasti akan menyumbang. Lunar hampir hilang arah tentu saja, diobrak abdrik takdir yang tak dapat ia cegah, sedangkan persiapan untuk menghadapinya ia tak ada. "Dewasa" Satu kata yang dia salahkan atas semua derita yang ia dapat, atas semua sakit yang ia rasakan. Sampai akhirnya ia sadar bahwa ya benar hidup adalah hidup, bukan kita yang mengatur atas segala bahagia yang harus menetap dalam jiwa, namun ada Pengatur yang sudah menetapkan apa apa yang telah menjadi takdir hambanya.
All Rights Reserved
#470
first
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • Ku ingin mengulang waktu
  • Aku Ingin Bercerita
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • LIKE A FOOL
  • Annoying Brother: ENHYPEN
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Bulan dan Bintang

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines