married with you ?

married with you ?

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 16, 2021
"Saya bukan om-om ,umur saya masih 25 tahun" jawab Galang sambil melerai mereka bertengkar. "Maaf om saya gak nanya" "Udah cukup ,kita duduk dulu" lerai om Rudi. Mereka menurutinya dan duduk di sofa ruang tamu. "Jangan dekat-dekat sama saya om" ucap Natasya dengan formal. "Maaf sepertinya jarak kita jauh dan sofa kita juga gak satu kan" jelas Galang dengan dingin Natasya yang awalnya melihat ke arah Galang kembali membuang muka karena malu. "Jadi begini nak , ayah mau kamu nikah secepatnya karena ayah pengen gendong cucu" jelas om Rudi yang membuat Natasya bingung dan tidak bisa berkata apa-apa lagi karena itu alasan yang tidak logis sama sekali. "Yah itu alasan gak logis banget sumpah ,kalau ayah mau punya cucu ya tinggal cari atau adopsi kek" jelas Natasya namun dibantah oleh ayahnya. "Ayah mau cucu dari kamu bukan orang lain" "Tapi Tasya belum siap nikah !!!" Pekik Natasya
All Rights Reserved
#71
natasya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate You, Husband
  • Partner Hidup
  • My Life With Him [End]
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Denial
  • Kami yang Berdosa
  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Skripsi? || Markhyuck

"Apa anakku tahu kalau aku berada di balik ini semua?" tanya Roland. Luan menggeleng. "Aurora sama sekali tidak ada kepikiran ke sana, Om." Senyum yang terkesan licik tersungging di wajah Roland. "Jadi dia percaya, kalau kamu murni ingin bantu dia?" tanyanya memastikan. "Ya, Om. Aurora juga percaya kalau kami akan segera cerai setelah resmi menikah. Makanya dia tadi tidak protes," tutur Luan. "Good." Roland mengangguk-angguk. "Tapi kamu tidak akan benar-benar menceraikan dia, kan?" "Tidak, Om. Saya tidak akan menceraikannya. Karena saya ingin menghabiskan sisa hidup saya dengan Aurora," ujar Luan yakin. Roland tersenyum puas, demikian pula dengan Luan. Lalu mereka pun bersulang merayakan kesuksesan hari ini. **** Impian Aurora hanyalah agar bisa bersatu dengan pujaan hatinya, Sena, namun tuntutan keluarga mengharuskannya menikah dengan Luan Tamawijaya. Sungguh, Aurora tidak memiliki rasa apa pun terhadap Luan, jadi bagaimana mungkin ia bisa menjadi istri Luan? Kenapa pernikahan yang seharusnya didasari oleh cinta, malahan menjadi hal yang dipaksakan dan semua itu demi ambisi kepala keluarga Wardana dan Tamawijaya? Aurora memberanikan diri bersikap frontal dengan menolak pernikahan itu. Ia berupaya keras memperjuangkan agar kisahnya dengan Sena menjadi happy ending. Apakah ia akan berhasil? Apakah Luan akan diam saja ditolak seperti itu oleh gadis yang dipujanya? Bagaimana reaksi Roland, ayah Aurora, melihat pembangkangan putrinya? Lalu bagaimana dengan Sena, sosok yang terlibat dalam kemelut kisah ini? **** sumber foto cover : https://www.pexels.com/photo/crop-young-dreamy-woman-with-silky-hair-6040653/

More details
WpActionLinkContent Guidelines