Story cover for Arung by faizalatifa02
Arung
  • WpView
    Leituras 98
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 3
  • WpView
    Leituras 98
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 3
Em andamento, Primeira publicação em ago 16, 2021
Membicarakan tentang kehidupan bukan perkara mudah. Pergi dari pulau satu ke pulau lain. Mengarungi lautan nan luas untuk kembali berjuang di tempat baru.

Tentang bagaimana seseorang bertumbuh dewasa. Menyeberangi lautan dengan perahu kecil. Diterpa badai, tergulung ombak. Hingga akhirnya menemukan tempat singgah.

Petualangan penuh rintangan untuk mencapai impian. Menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Bersaing dengan seluruh siswa di negeri ini. Bahkan, siswa di penjuru dunia.

Hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau sebagai akhir pengarungannya di laut lepas. Dan menjadi awal pertarungannya sebelum bebas di samudra.

***
Sepenggal kisah perjuangan yang dapat diingat ketika lelah menyapa dan kata 'menyerah' mengetuk.

***

Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan ~ Fai
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Arung à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#7motivasibelajar
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 8
FEARLESS || JAYISA cover
Untung Sayang  cover
pengendali hati cover
Arshaka Heizen Lergan  cover
Broken melodies cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
kaLAna: Two Different Worlds cover
Tentang Aku, Kamu, dan Mimpi cover

FEARLESS || JAYISA

9 capítulos Em andamento

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."