Arung
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 21, 2021
Membicarakan tentang kehidupan bukan perkara mudah. Pergi dari pulau satu ke pulau lain. Mengarungi lautan nan luas untuk kembali berjuang di tempat baru. Tentang bagaimana seseorang bertumbuh dewasa. Menyeberangi lautan dengan perahu kecil. Diterpa badai, tergulung ombak. Hingga akhirnya menemukan tempat singgah. Petualangan penuh rintangan untuk mencapai impian. Menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Bersaing dengan seluruh siswa di negeri ini. Bahkan, siswa di penjuru dunia. Hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau sebagai akhir pengarungannya di laut lepas. Dan menjadi awal pertarungannya sebelum bebas di samudra. *** Sepenggal kisah perjuangan yang dapat diingat ketika lelah menyapa dan kata 'menyerah' mengetuk. *** Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan ~ Fai
All Rights Reserved
#445
semangat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • We Are One
  • Untung Sayang
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • pengendali hati
  • AILAH(END)✅
  • Tentang Aku, Kamu, dan Mimpi
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • FEARLESS || JAYISA

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines