BulletProof || Bts
  • Reads 165
  • Votes 5
  • Parts 1
  • Reads 165
  • Votes 5
  • Parts 1
Ongoing, First published Aug 16, 2021
Musik tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Musik-musik sering kali mengubah perasaan hingga perilaku manusia.

Ini mengisahkan perjuangan tujuh orang pemuda yang berjuang menggapai mimpi mereka.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang menghalangi langkah ku untuk menggapai mimpi besar ku."

-Bisma Dirga

(Inspirasi : BTS)

Cerita ini terinspirasi dari sebagian kehidupan member BTS, terimakasih untuk para Army yang sudah berkunjung. Dan para pembaca lain nya. ❤
All Rights Reserved
Sign up to add BulletProof || Bts to your library and receive updates
or
#781laga
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
Kesayangan Bunda cover
Duke's Grip cover
BABY CHANIE cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
antagonis wife [PO] cover
Kisah Tak Sempurna cover
Selena (Wanita Panggilan) cover
After Graduation cover
brother ; drarry cover

Dosa Ku

76 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.