Story cover for DAKSA by ruanghujan_
DAKSA
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 16, 2021
•Luka yang bersarang hingga menjadi tuan rumahnya•



"sa,kamu kenapa?"tanya nala
"gapapa, mending kamu pergi dari sini" jawab Daksa dengan nada ketus
"Aku ada salah ya?" tanya gadis tersebut
"Gak nal,aku yang salah udah bertamu di hidup kamu" ucap Daksa dengan rasa bersalah
- - - -

"Daksa,aku selalu minta sama Tuhan,kasih kamu kebahagiaan walaupun kebahagiaan aku dicabut,aku gapapa sa asal luka kamu sembuh" ucap Nala.

- - - -

"Nala,aku harap kamu tetap menjadi penerang buat aku,terimakasih sudah hadir di hidup lelaki yang berumah luka" ucap lelaki tersebut.


- - -



"Hei liat aku,kamu gak sendirian sa,kamu salah kalo kamu ga punya tempat untuk pulang. Aku selalu ingin jadi rumah kamu sa. Jangan biarin luka itu nguasain diri kamu sendiri sampai bersarang . Dan jangan sampai luka itu juga ngelukain perasaan orang lain termasuk orang yang kamu sayang."
-Nala Anindya Dhamarta
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add DAKSA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit) cover
Favorite Wound cover
Aluka (Proses Penerbitan) cover
Family Line cover
TITIK AKHIR.  cover
Sejenak Luka cover
You Are Mine [Terbit] cover
Bukan Kita D.A.N cover
Menyerah atau Bertahan? cover
Eimaikala  cover

Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)

23 parts Complete

WARNING! *MENGANDUNG BEBERAPA KATA KASAR *BEBERAPA CHAPTER MENGANDUNG PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI YANG DIBUAT TIDAK UNTUK DITIRU For: 17+ *** "Aku memang tak pernah bahagia sejak kecil, tapi setidaknya di masa itu aku belum sadar seberapa tak berharga dan sampahnya diriku." "Bolehkah aku minta satu pelukan sebelum aku mati?" Tentang seorang gadis yang selalu dijadikan pelampiasan amarah kedua orang tuanya. Tentang gadis yang berusaha menahan keinginannya untuk menyerah. Dan ini tentang gadis yang dengan sederet lukanya. "Ayah ... Bunda ... satu pelukan aja, ya?"