Alkara
  • WpView
    Reads 1,003
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 25, 2021
Semesta membawanya bersama dengan sejuta rasa bersalah pada seorang gadis yang sebelumnya pernah menolong hidupnya, hingga akhirnya ia menebus semua kesalahan itu dan mengorbankan sesuatu berharga miliknya untuk seorang gadis yang dulunya pernah ada di saat ia sedang jatuh dan hancur. kita diberi kebebasan untuk mencintai, tapi tidak diberi kesempatan untuk memiliki, kata Alkara. "Lo ngapain kesini?!!" tanya Lastra pada Alkara sambil berteriak. "Pergi sebelum gue bunuh lo sekarang juga disini!" ancam Lastra tak main-main. "Gue tahu, gue salah...maaf..." ujar Alkara lirih. "Iya lo emang salah, bangsat!!" balas Lastra dengan emosinya yang sudah memuncak, dan detik itu juga Lastra melayangkan sebuah pukulan keras di rahang Alkara. * * * "Kenapa remehkan orang lain padahal kau tau rasanya di remehkan?" -Alkara Bagastian Nareswara "Kamu yang memutuskan betapa berharganya dirimu, jika kamu percaya diri, tidak ada yang bisa menyentuhmu, mengerti?" -Alkina Swastika Anandhita "Jangan kasih titik kalo Tuhan masih ngasih kamu koma," -Lastra Cavan Darius "Sampai kapanpun gue akan tetap jadi tokoh antagonis dalam hidup lo," -Nadila Anara Maheswari "Cantik harus bahagia dulu ya, baru abang bisa pergi dengan tenang," -Saraga Diego Siregar [Follow dulu sebelum baca! Story by : kimhyeri_54 dan aksarannisa in wattpad]
Creative Commons (CC) Attribution
#118
linyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SANA
  • Serena's Secret
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Segitiga [END]
  • VARA [HIATUS]
  • I'M MARIANNE [TERBIT]
  • Beware of The Villain
  • Shadows of the Main Story
  • YEON ^26^
  • ALSTARAN [END]
SANA

Sana, ketika dia tertawa, diiringi air mata. Dia sedang membuat drama, tentang mengelabui dunia bahwa dia sedang baik-baik saja. Nyatanya, setiap senja, luka itu terasa menusuk relung hatinya. Sana sangat menyukai senja, dan juga selalu menantikan senja datang. Tapi saat bersamaan, senja juga sangat dihindari oleh Sana. Banyak luka di dalam diri Sana, luka yang ditorehkan oleh orang-orang terdekatnya. Sejenak, Sana lupa! Bagaimana itu bahagia, tanpa harus berpikir akhirnya akan bagamana? Untung saja banyak orang-orang baik, yang selalu ada di sisi nya, yang mengingatkannya bahwa hidup selalu berjalan. Hingga, suatu waktu seorang pria yang membuat hidup tenang Sana berubah menjadi 180% berubah. SIAPAKAH PRIA TERSEBUT? IKUTI KISAH SELANJUTNYA,, BACA DAN FOLLOW JIKA SUKA NO PLAGIARISME❌ KARYA ASLI

More details
WpActionLinkContent Guidelines