farel

farel

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 28, 2023
ternyata gini, ketemu, cowo nyebelin dan juga terkenal di sekolah, nama laki laki itu farel adwijaya. laki laki nyebelin, yang selalu membuat ailen mendapat kesialan. "Lo suka ya rel sama ailen ucap gilang karna penasaran, engga usah kepo lo, ucap farel dengan santai "Ati-ati entar jatuh cinta langsung diem lo, ucap Adit sambil tertawa. namun ketika sahabatnya berucap seperti itu, farel terlihat acuh dan tidak terlalu di dengarkannya. tepat setelah teman - teman farel meledeknya, laki laki itu lantas pergi entah kemana. namun belum sampai keluar pintu kantin, laki laki itu bertemu dengan wanita cantik, namun setelah mata sayup dan mata burung elang itu bertemu, tidak ada sepatah kata pun yang kekuar. hanya, mata mereka yang saling bertemu. "FARELL, kenapa lo nyebelin banget sih. gadis itu benar benar kesal dengan kelakuan pria ini, pagi pagi sudah membuatnya emosi, andai saja bukan di sekolah sudah pasti pria itu habis di tangannya. "bodo, dari pada lo mak lampir, ucap laki laki itu sambil meledaknya, penasarann ga nihh sama kelanjutannya? kalau penasaran pantengin terus ya ceritanya !! jangan sampai ketinggalan ya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amor Eterno
  • Queen
  • Misi Kalisa (End)
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Three Targeted Girls!!
  • My possesive boyfriend
  • No Longer Mate
  • Rannia√
  • 36 days with you {saida} [End]

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines