Aqeela-atau yang sering dipanggil "Si Petir" oleh teman-temannya-adalah definisi energi tanpa batas. Wajahnya yang manis dengan semburat merah alami di pipi (sesuai namanya, Humaira) seringkali menipu orang yang baru melihatnya. Di balik wajah ayunya, tersimpan jiwa yang tidak bisa diam, ceria, dan selalu punya seribu cara untuk mencairkan suasana. "Es kutub yang berjalan di atas sarung." Jika Aqeela adalah badai yang berisik, maka Zayn Al-Ghifari adalah samudera yang tenang namun mematikan. Sebagai putra seorang pemimpin pesantren, ia tidak butuh banyak bicara untuk membuat ribuan santri menunduk khidmat. Cukup dengan satu deheman atau tatapan mata, suasana seketika menjadi senyap.Memiliki sepasang netra gelap yang seolah bisa membaca kebohongan hanya dalam sekali lirik. Uniknya, ketajaman itu dibingkai oleh bulu mata lentik yang memberi kesan teduh namun misterius.Memiliki hidung mancung yang tegas dan rahang yang kokoh.
More details