Hiraeth | Lee Jeno

Hiraeth | Lee Jeno

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 26, 2021
"gue nggak percaya manusia. Mereka semua janji bakal terus ada buat gue. Tapi, pada akhirnya mereka juga yang ninggalin gue sendirian." Raya menatap jalanan basah disekitarnya dengan tatapan lara. "Kalau gitu jangan percaya sama gue," lirih Semesta. Aksara semesta, nama yang tidak pernah terpikirkan akan menjadi pengaruh besar dalam kehidupan seorang Araya Jingga. Raya pikir, hidup sendiri dan mengasingkan diri dari orang sekitar adalah pilihan yang tepat. Dia merasa tidak membutuhkan siapapun lagi. Raya sudah terbiasa merasa sendiri ditengah keramaian, namun datangnya sosok Semesta mengacaukan semuanya. Sosoknya menjadikan Raya sangat membutuhkan seorang manusia. Ya, Aksara Semesta, dan Raya sangat membenci itu. Dari jutaan manusia, kenapa harus Semesta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Trust || Lee Taeyong [END]
  • SEMESTA ✔
  • SEMESTA  (TERBIT)
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • NARARYA || END✔️
  • NCT JAEMIN REGANTARA💚 (END)
  • Arloka (Selesai) ✓
  • 7DREAM | Transmigrasi Jeno ✓
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines