Terjebak dalam masa lalu

Terjebak dalam masa lalu

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 17, 2021
Mencintai seorang di masa lalu dan tak akan bisa bersama adalah sebuah seni dalam menyakiti diri sendiri. Jangan kan melihat wujudnya mendengar suara nya pun sudah tak bisa apa yang masih kamu harapkan dalam cerita masa lalu ini. Menjalin cinta memang begini ketika belum usai kisah cinta namun harus di paksa sang kuasa untuk menyudahinya. Namun jangan pernah kamu menyalahkan sang kuasa karena itu adalah resiko dalam cerita hidupmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Mengunci Ingatan
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • The Shackles Of Past Story
  • Dia
  • The First, Not the Last
  • The Fate Of My Life (END)
  • You Are The Reason
  • jangan percaya seseorang

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines