Story cover for As Far by Hida_Rinuha
As Far
  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado ago 17, 2021
Sejauh yang kuingat, aku hanya berbaring memainkan ponselku seharian. Mendengar sayup orang yang bercakap dari dalam ruangan. Mengamati bayang yang melintas didepan kamar. Menghalangi cahaya yang masuk lewat sempitnya kain yang terbentang. 
Apakah itu dirimu, masihkah kau ada disisiku?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir As Far a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#352sol
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
NOESIS [END] de Reisen_San
21 partes Concluida
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" de apriani200
22 partes Continúa
Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?
Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁 de Athalla_Raytian
54 partes Concluida Contenido adulto
Warning 18+ (Harap bijak dalam memilih bacaan). Prolog: Pagi ini, pagi hari senin tepatnya. Hari-hari ku tak ada yang spesial karna aku memulai aktivitas kuliah ku dengan seperti biasa, yaitu dengan wajah muram tak bersemangat. Bukan karna dosen atau pun mata kuliahnya tapi karna suasana dan para penghuni kelas yang tak pernah bersahabat dengan ku dan aku tau saat ini mereka di kelas pasti sedang menunggu untuk membully ku, meski aku sudah muak dengan semua kekonyolan ini namun demi kakak aku harus bertahan sampai lulus nanti. Sedangkan di rumah aku hanyalah seorang anak perempuan pendiam yang suka membaca buku dan novel-novel romance serta misteri, meski aku terlihat seperti kutu buku dan cupu tapi sebenarnya aku sangat mengenal dunia gemerlap di malam hari yang kelam karna pada malam harilah aku beraksi menjadi seorang DJ di sebuah club malam terkenal di Canada dan itulah jatidiriku yang sebenarnya tanpa di ketahui siapapun termasuk saudari perempuan ku yang begitu ku sayangi. Namun masalah mulai muncul ketika salah seorang kakak senior ku yang berwajah tampan nan menawan itu mengenali tanda yang ada pada tubuh ku sama dengan tanda yang ada pada seorang gadis cupu yang sering di bully di kampus, sampai hal mengerikan itu pun terjadi. Dapatkah aku menghindari semua kekonyolan itu?? Dapatkah aku bertahan dan menjalani semua situasi yang mengerikan itu tanpa harus diketahui siapapun?? "Alina Catalin" •√• My second story •√• _AthallaRaytian_
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
NOESIS [END] cover
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" cover
Aku Masih Menunggumu cover
Kaca yang retak cover
Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁 cover
kisah horor: teror jam 12 malam cover
Di Ujung Angkasa(TAMAT) cover
Si Manis cover
JAGA AKU DAN HATIKU cover

NOESIS [END]

21 partes Concluida

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =