If We Never Met

If We Never Met

  • WpView
    Reads 3,902
  • WpVote
    Votes 1,278
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 12, 2021
Benua Wirawan sering berharap dapat meninggal lebih cepat setelah hal-hal buruk yang dialami olehnya. Namun, harapan itu tidak pernah terkabul. Atlanta Salim mengidap skizofrenia pasca saudara kembarnya meninggal dunia. Pikirannya menolak menerima kenyataan pahit yang menimpanya. Sampai akhirnya Benua dan Atlanta bertemu. Mereka berkenalan, lalu menjalin pertemanan. Mereka saling mengulurkan tangan dan menikmati setiap momen kebersamaan. Ketika Atlanta mulai menyadari hal-hal yang selalu dia tolak, kehidupan Benua semakin menyakitkan. Lalu, bagaimana akhirnya Atlanta berhasil sembuh dari sakit yang dideritanya? Mampukah dia mengobati luka Benua di kala dia masih membutuhkan uluran tangan?
All Rights Reserved
#24
skizofrenia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Murdered Love
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)
  • Derana Duka (lengkap)
  • Look at me, only me.
  • 360 and Still Me
  • Kelabu Asa
  • Bayang Kekasih

Zafiq Alzandie dan Saquila Evandra adalah dua hati yang saling mencintai, namun takdir memaksa mereka berpisah. Perjodohan menjadikan Zafiq suami Kanari Elveira, meninggalkan Saquila dalam kepedihan yang tak bertepi. Hari-hari berlalu dengan luka yang menganga-Zafiq berpura-pura bahagia dalam pernikahannya, sementara Saquila berusaha berdiri di atas serpihan hatinya yang hancur. Namun takdir bukan hanya perpisahan. Ketika Zafiq mulai mencari celah untuk kembali, Saquila justru menarik diri. Cintanya masih ada, tapi luka yang terlalu dalam membuatnya takut untuk melangkah. Dan ketika ia mencoba membuka hatinya untuk orang lain, pengkhianatan kembali menghancurkannya, meninggalkannya dalam kerapuhan yang lebih gelap dari sebelumnya. Di antara kepura-puraan dan ketidakpastian, Zafiq dan Saquila terus berjalan-bersisian, tetapi tak pernah berani saling menggenggam. Hingga akhirnya, di sebuah persimpangan, mereka dihadapkan pada satu kenyataan: apakah cinta yang mereka kubur bisa dihidupkan kembali, atau justru harus dibiarkan mati selamanya? Karena cinta tak benar-benar hilang-hanya terkubur oleh luka, menunggu untuk ditemukan... atau dilupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines