If We Never Met

If We Never Met

  • WpView
    MGA BUMASA 3,902
  • WpVote
    Mga Boto 1,278
  • WpPart
    Mga Parte 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Oct 12, 2021
Benua Wirawan sering berharap dapat meninggal lebih cepat setelah hal-hal buruk yang dialami olehnya. Namun, harapan itu tidak pernah terkabul. Atlanta Salim mengidap skizofrenia pasca saudara kembarnya meninggal dunia. Pikirannya menolak menerima kenyataan pahit yang menimpanya. Sampai akhirnya Benua dan Atlanta bertemu. Mereka berkenalan, lalu menjalin pertemanan. Mereka saling mengulurkan tangan dan menikmati setiap momen kebersamaan. Ketika Atlanta mulai menyadari hal-hal yang selalu dia tolak, kehidupan Benua semakin menyakitkan. Lalu, bagaimana akhirnya Atlanta berhasil sembuh dari sakit yang dideritanya? Mampukah dia mengobati luka Benua di kala dia masih membutuhkan uluran tangan?
All Rights Reserved
#872
psikologis
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • 360 and Still Me
  • Kelabu Asa
  • LANGIT YANG TAK SAMA LAGI  (END)
  • SKIZOFRENIA
  • DIA ANEH
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)
  • Beauty and the Boss
  • ARSENIO (END)
  • Look at me, only me.
  • ATLARAKA (Telah Terbit)

Violetta Lanora Adinata pergi tanpa pamit-meninggalkan cinta pertamanya, sahabat-sahabat yang pernah jadi rumah, dan serpihan kenangan dari masa putih abu-abu yang tak selalu manis. Tak ada kata maaf, tak ada salam perpisahan-hanya kepergian yang sunyi, dibungkus diam yang panjang. Namun waktu, dengan caranya sendiri, menyeretnya kembali ke tanah tempat segalanya bermula. Dan di sana, semesta seolah tak memberinya pilihan lain selain menghadapi apa yang selama ini ia hindari-luka lama, tanya yang tak pernah terjawab, dan cinta yang mungkin belum benar-benar usai. Alvaro Nata Prabawa-tinggi, berwibawa, dengan wajah yang nyaris mustahil diciptakan tanpa sentuhan seni ilahi. Garis rahangnya tegas, hidungnya bangir sempurna, dan sepasang mata tajam yang dapat membuat siapa pun yang ia tatap menjadi membeku dan terpana. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapan dingin, nyaris menusuk. Tapi yang membuatnya terhenti sejenak adalah kenyataan bahwa gadis itu, gadis bermata hazel yang dulu selalu menatapnya dengan mata penuh kelembutan, kini membalas dengan sorot mata yang sama tajamnya. Sama menusuknya. Seolah waktu telah mengajarkan mereka bagaimana menjadi asing, mereka kini berdiri sebagai dua kutub yang tak saling mendekat, asing dalam bayang-bayang kenangan yang belum selesai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman