Sebutlah dia Aiden, Aiden Argantara. Laki-laki berawakan tinggi dengan sejuta pesona. Laki-laki dengan sikap arogan yang tak pernah luput dengan masalah. Laki-laki dengan senyuman manis, senyuman yang khusus hanya untuk Karissa Tsabina.
Aiden bukanlah laki-laki sempurna, walaupun memiliki paras tampan dia juga memiliki masalalu kelam yang merenggut nyawa seorang gadis.
Syera Aurabella, gadis yang terikat hubungan dengan Aiden. Apakah ia akan sanggup membantu Aiden keluar dari masalalu kelamnya? Mampukah gadis itu membawa Aiden ke dalam dekapannya, atau justru sebaliknya.
***
"Udah dua tahun, Aiden. Dua tahun! Apa itu gak cukup buat lo lupain semuanya?" Jujur saja, Syera merasakan sesak di hatinya, saat Aiden masih saja memikirkan masalalunya.
"Tanpa gue bilang, lo pasti tau jawabannya, Syer."
Syera mengangguk paham, setetes air matanya perlahan mulai menetes. "Gue tau itu, tapi apa lo gak bisa buka hati buat gue sedikit aja? Dua tahun kita pacaran, tapi lo tetap gak bisa lupain itu semua, Aiden."
Aiden menghapus lembut jejak air mata Syera. "Maaf, maafin gue, Syer."
"Selalu kata itu yang keluar dari mulut lo, sesulit itukah Aiden?"
Aiden terdiam, membuat Syera menyimpulkan jika Aiden memang belum bisa menerimanya.
Aiden ingin keluar dari masalalu, tapi bayangan-bayangan gadis itu terus menghantuinya. Ia juga lelah, lelah dengan keadaannya sekarang. Aiden juga ingin bahagia dengan gadisnya, Syera.
"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya.
Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu.
Bukankah ini terlalu kejam.
"Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam.
"Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang.. bukan..."
"Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang.
Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya.
"Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan.
Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye."
Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya.
"Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini.......
Next to the story→
#1 adult 27/1/22
#1 mature 27/1/22
#5 romance 6/2/22