We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MisTake

MisTake

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Sakit rasanya mengejar seseorang yang bahkan melupakan keberadaan kita. Dia yang dulu terasa dekat, sedekat bulan. Nyatanya kini terasa jauh, sejauh pluto. Untuk kamu yang merasa terus berada diantara kenangan masa lalu. "Aku rindu kamu" Ucap seorang gadis sembari menahan rindu yang menyesakkan hati. Melihat seseorang yang sangat ia nantikan kehadirannya, kini berdiri tepat dihadapan gadis itu. Membuat gadis yang menahan bulir air mata yang menggenang di kelopak matanya, merasa ingin memeluk erat lelaki itu seakan-akan enggan membiarkan lelaki itu pergi lagi. Namun, gadis itu seketika diharuskan menghadapi kembali realita yang ada. Realita yang diingatkan kembali dengan jawaban laki-laki itu. "Maaf. Tapi, apa aku mengenalmu?"
All Rights Reserved
#59
lifegoeson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • you again ✔
  • Ilusi
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Trapped in a wound
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Sinful (Tamat)

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines