Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
ALEXITHYMIA

ALEXITHYMIA

  • WpView
    Leituras 14
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, ago 18, 2021
WpInfo
Ficção
Mistério
"Tidak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan. Semuanya adalah tentang waktu dan usaha, serta tak lupa doa kepada Yang Maha Kuasa" Begitu menurut Kimberly, seorang dokter psikiater. Lain halnya dengan Arga Bryatta yang merupakan seorang penderita alexithymia. Menurutnya, "Penyakit datang adalah untuk menemani sisa-sisa kehidupan." Berbagai hal misterius menghiasi kehidupan sosok Arga Bryatta. Seorang dokter psikiater datang mencoba mewarnai bagian-bagian hidup Arga yang masih terlihat buram. "Will you kill me or save me in the end?" - Arga Bryatta. "It all depends on you. If you trust me, i will save you. but if you don't believe me, i will still do the same thing with a different word: heal you." - Kimberly.
Todos os Direitos Reservados
#10
baskara
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Miracle of Survival [END]
  • Tidak Pernah Ada Kita (Tanpa Ada Aku Dan Kamu)
  • Keazen (A Sly World)
  • Luka yang Tak Terucap
  • Rasa Dalam Sujudku
  • ALGENTA
  • Empty (End?)

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo