This Is Galan?

This Is Galan?

  • WpView
    LECTURES 39
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., avr. 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Jika luka bisa sembuh oleh waktu, lalu perasaan hampa dan sepi apakah bisa juga diobati waktu? Galan bukan sosok lelaki yang ditinggalkan kekasihnya. Galan hanya seorang anak SMA yang kini tak terasa sudah menginjak tahun ketiganya. Galan seorang hamba, ia memiliki tuhan yang mengujinya, di usia dua belas tahun, tuhan mengambil, orang paling berharga dalam hidupnya. Ditahun kedua masa SMAnya, hadir siswi baru yang memiliki latar belakang menyedihkan, seorang gelandangan. Ardi, ayah Galan yang memungutnya dan memberikannya kehidupan, dan ia bernama Ana. Entah keajaiban atau cobaan, dimata Galan, Ana memiliki banyak kemiripan dengan ibunya, tatapan, bicara, warna bola mata, serta bibirnya, semua itu benar benar mengingatkannya pada sang-ibu. Satu bulan setelah kedatangan Ana, Galan memantapkan hatinya dan mulai sadar bahwa ia tertarik pada Ana dan muncul rasa ingin melindunginya, tapi ia juga sadar dihatinya bukan hanya terdapat rasa menyayangi, disana ada juga rasa obsesi tinggi ingin memiliki. Saat Galan mengakui perasaannya, Ana tersenyum dengan manisnya dan mengucapkan kalimat yang membuat Galan semakin terobsesi pada Ana, "Galan, cinta itu bisa menepi dimana saja bukan? Jadi, jangan salahkan aku yang menepikan rasa ini diatas nama ayahmu. " ***** Cover: Pinterest
Tous Droits Réservés
#23
galan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Daddy Angry |TAMAT|
  • MY PETERPAN ALEN
  • Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
  • When Two Hearts Collide
  • Kanker Cinta
  • ARGLADIS
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • ELANG [End]
  • SEMESTA

"Anjirt anak siapa ini?!" Sejak dulu Anangga Elang Perkasa selalu membenci anak-anak, karena menurutnya anak kecil adalah makhluk paling mengganggu. Mereka cerewet, berisik, suka ngompol, suka eek sembarangan, bahkan tak segan menghancurkan barang-barang. Naasnya suatu hari remaja delapan belas tahun itu justru menemukan bayi berumur dua tahun di pinggir jalan. Ia membenci anak kecil, tapi bukan berarti tak punya rasa iba untuk membawa anak malang itu bersamanya. Mungkin semua ini adalah karma sebab setelah anak itu ada, hidup Elang menjadi berbeda. Sangat berbeda. Lantas apa yang akan dilakukannya? N: cerita ini ditulis dengan absurd dan membengekkan. Meski demikian, bukan berarti saya membiarkan oknum-oknum titisan dajjal memplagiat tulisan saya. Sekian terima Elang. Cover: painterest

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu