Our Memory

Our Memory

  • WpView
    LECTURES 476
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 30, 2015
"Kemarin adlah kenangan dan besok adalah impian." Sepenggal visi seorang Marsya. Tapi, apa yang membuat dia menentang visinya sendiri? "Auffghhh, bagaimana bisa aku menyesali semua akhir tentang aku dan Vihan? Aku sudah punya pangeran, ya walaupun tidak seperfect Virhan. Tapi, dengan Virhan awalnya buruk kan? Oh my God! Give me answerr!" gerutu Marsya ditengah teriknya sinar rembulan pada cakrawala yang luas seluas jagad rayaa;;) Bagaimana kelanjutannya? Silahkan dibacaaa;)
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • I Told the Moon about You
  • SELENOPHILIE [END]
  • FOREVER MY IDOL
  •  LAUT ATLANTIK
  • Keangkuhan Cinta [END]
  • Hujan di Langit Aresta
  • SAVE MY SELF
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • CATUR [END]
  • Come Back

Kau tahu definisi cinta itu apa ? Entahlah. Aku tidak mengerti. Apakah cinta punya batasan ? Aku pun masih tidak mengerti. Yang jelas, saat aku melihatnya untuk pertama kali. Hatiku terguncang. Namun siapa sangka, perasaan itu membawaku ke dalam kisah rumit~ . . Bulan, aku menyapanya ketika dunia mulai gelap. Aku menceritakan keluh kesah dan kebahagiaanku pada satelit alami bumi itu. Sering kali aku tersenyum dan menangis secara bersamaan. Bukankah aku gila ? Ya. Sometimes, I told him about the moon. Tapi nyatanya, dialah yang selalu aku ceritakan pada bulan kesayanganku~

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu