Our Memory

Our Memory

  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Kemarin adlah kenangan dan besok adalah impian." Sepenggal visi seorang Marsya. Tapi, apa yang membuat dia menentang visinya sendiri? "Auffghhh, bagaimana bisa aku menyesali semua akhir tentang aku dan Vihan? Aku sudah punya pangeran, ya walaupun tidak seperfect Virhan. Tapi, dengan Virhan awalnya buruk kan? Oh my God! Give me answerr!" gerutu Marsya ditengah teriknya sinar rembulan pada cakrawala yang luas seluas jagad rayaa;;) Bagaimana kelanjutannya? Silahkan dibacaaa;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FOREVER MY IDOL
  • Bulan [End]
  • Will Not Return
  •  LAUT ATLANTIK
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Come Back
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Hujan di Langit Aresta

"Apa yang kau lakukan?" Jimin langsung berteriak. "Aku..." Yonhi menganga, dia tidak bisa berkata apapun Brengsek! Kini Jimin mendorong tubuh Yonhi hingga terjatuh jauh dari ranjang miliknya. "Kenapa kau sekasar ini padaku Oppa? Aku mencemaskanmu. Kau mabuk berat hanya karna wanita jahat itu dan aku hanya membawamu kesini Oppa". "Siapa yang kau bilang wanita jahat? Kau tidak pantas menyebutnya seperti itu! Kau bahkan lebih buruk darinya." Jimin terlihat masih marah pada Yonhi. "Tapi Oppa aku tidak bermaksud-." "Keluar!" teriak Jimin yang tidak ingin mendengar penjelasan apapun. "Oppa, aku mencintaimu! " benar saja, sekarang Yonhi malah menyatakan perasaannya. Jimin malah tersenyum terlihat meremehkan Yonhi. karya perdana -Wanny Gem Warning: cerita ini mengandung unsur fantasi. jadi mungkin alurnya tidak semuanya masuk akal. jadi mari berfantasi bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines