I HATE MY FRIEND

I HATE MY FRIEND

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[cerita ini cerita pertama saya] Hai, apakah kamu tau gimna keadaan mental saat mendapatkan perkataan dan perilaku kasar? sakit sekali bukan. "kegendutan" "pendek kayak kurcaci" "jelek" "item" "sipit" "cacat" "pesek" Bukan aku tak bersyukur atas apa yang telah tuhan berikan.aku selalu berusaha bersyukur atas itu, Kumohon mengertilah jika aku seperti ini adanya,mungkin kalian becanda apa yang kalian ucapkan tapi itu bukan sebuah candaan jika mengaruhi mentalku Coba kalian ngaca dikaca yang besar dan melihat kekuranganmu,apakah sudah sempurna? Bahkan semua manusia tidak ada yang sempurna ada kekurangannya masing-masing. Teruntuk cinta, Aku hanya orang yang mengemis cinta.aku hanya seorang wanita biasa yang tak pernah dihargai adanya.tapi bisakah sedikit saja beri aku kebahagiaan? rasanya tidak mungkin. Karna sungguh,aku juga ingin jatuh cinta dengan bahagia tanpa ada rasa terluka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful Sunset
  • False Hopes
  • You Are The First
  • JAM 3 SORE
  • Yang Terlupakan
  • SERENDIPITY
  • When I happy? (TAMAT)
  • Natto dan Perjodohannya
  • Happy
  • Admire Or Love

DISCLAIMER! (Cerita ini sudah terbit duluan di KaryaKarsa dengan status COMPLETED dan aku membuat works di sini dalam rangka promosi sahaja. ) Aku pernah jatuh cinta padanya, dulu. Tapi, dia adalah suami dan ayah yang baik. Keluarganya harmonis, kisah cintanya adalah legenda di kalangan mahasiswa. Sosoknya sangat kharismatik, aku bahkan yakin bukan satu - satunya wanita yang mencintainya meski tahu ia adalah pria beristri. Kusimpan perasaanku rapat - rapat, namun sial, Alex mengetahuinya. Bertahun - tahun aku terbelenggu dalam perasaan terlarang dan hanya pada Alex aku berani terang - terangan. Terang - terangan cemburu saat ia memberikan senyum hangat untuk perempuan lain, padahal aku bukan istrinya. terang - terangan ngambek ketika ia tidak peka akan maksudku, padahal memang aku bukan siapa - siapa selain mahasiswanya. Kemudian, kami berpisah. Jalan hidup membuat kami tidak pernah bertemu bahkan sekedar untuk berpapasan di jalan. Waktu pun membuatku beranjak dari perasaan senyap itu, aku berkencan dengan beberapa pria kecuali Alex. Tapi dia selalu jadi orang pertama dan terakhir yang selalu membersamaiku di setiap momen. Entah itu momen saat aku putus, galau bahkan kesepian. Alex selalu ada namun kami tidak bisa bersama. Tuhan memang satu, kami yang tidak sama. Aku menjadikan Alex sahabat terdekat meski tahu perasaannya untukku sangatlah gamblang terlihat. Hingga hidup membuatku harus memutuskan untuk menjauh darinya juga. Di sinilah lucunya, berpisah dengan Alex terasa asing namun aku justru kembali bertemu dengannya. Dia, pria kharismatik yang juga adalah suami dan ayah yang baik. Rasa yang dulu pernah ada itu kembali berdegup untuk nama yang sama. Sial, rupanya selama ini aku tidak pernah melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines