Untuk Kamu Anastasya

Untuk Kamu Anastasya

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 7, 2021
"Jangan tinggalin Ana, Bang!" Gadis mungil itu duduk memeluk lututnya. Udara malam yang dingin menyapu wajah sayunya. Air matanya mulai mengering. Mulutnya sudah tak mampu mengeluarkan suara lagi. Hari ini adalah hari yang paling menakutkan baginya, ditinggalkan kakaknya. Kakaknya adalah satu-satunya keluarga yang dia milki. Ibu dan ayahnya sudah lama bercerai. Dia dan kakaknya selama ini tinggal bersama ayahnya. Namun, entah mengapa hari ini, kakaknya itu membiarkan dia diusir dari rumah ayahnya. Mimpi yang ia takutkan kini terjadi. Kakaknya meninggalkan dia. "Gue benci lu, Bang. Lu bukan Abang gue lagi!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#925
kebahagiaan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DANADYAKSA
  • Efemeral
  • A I'M FIRGI NOT ANGEL {END}
  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • Raina Maramitha
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Alkara ( Terbit)
  • dimana janji tersebut
  • NEVER CHANGE ME & YOU

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan