Untuk Kamu Anastasya

Untuk Kamu Anastasya

  • WpView
    مقروء 11
  • WpVote
    صوت 5
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, سبتـ ٧, ٢٠٢١
"Jangan tinggalin Ana, Bang!" Gadis mungil itu duduk memeluk lututnya. Udara malam yang dingin menyapu wajah sayunya. Air matanya mulai mengering. Mulutnya sudah tak mampu mengeluarkan suara lagi. Hari ini adalah hari yang paling menakutkan baginya, ditinggalkan kakaknya. Kakaknya adalah satu-satunya keluarga yang dia milki. Ibu dan ayahnya sudah lama bercerai. Dia dan kakaknya selama ini tinggal bersama ayahnya. Namun, entah mengapa hari ini, kakaknya itu membiarkan dia diusir dari rumah ayahnya. Mimpi yang ia takutkan kini terjadi. Kakaknya meninggalkan dia. "Gue benci lu, Bang. Lu bukan Abang gue lagi!"
جميع الحقوق محفوظة
#481
kebahagiaan
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • Your Home [COMPLETE]
  • Transmigrasi Kiara & Lisa
  • Raina Maramitha
  • 𝕋ℝ𝔸ℕ𝕊𝕄𝕀𝔾ℝ𝔸𝕊𝕀 ℂℝ𝕐𝕊𝕋𝔸𝕃
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Segelap Malam (END)

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى