Story cover for Sazira by awanmndung
Sazira
  • WpView
    GELESEN 156
  • WpVote
    Stimmen 48
  • WpPart
    Teile 16
  • WpView
    GELESEN 156
  • WpVote
    Stimmen 48
  • WpPart
    Teile 16
Laufend, Zuerst veröffentlicht Aug. 18, 2021
Ini dimulai sejak Sazira melihat dua orang asing yang berjalan di tengah lapangan.
saat itu seperti angin yang berhembus, Sazira merasa tertarik kepada salah satu di antara mereka untuk pertama kalinya, iya, siapa sangka seorang Sazira menjatuhkan ketertarikannya kepada cowok berkulit sawo matang dan berambut ikal manis di hadapannya.

"ketika berdiam di tepi Dermaga tetapi dihempas ke arah selatan tanpa kehangatan."


Published : 28 Oktober 2021
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Sazira zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#621rekomendasi
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED] von reremi_
52 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[COMPLETED] Setelah kepergian Gladys, Juna melanjutkan kuliahnya di Prancis. Dia berhasil mendapatkan gelar S1 nya. Dan sekarang dia balik ke Indonesia untuk merintis karirnya yang menjadi dokter. Namun, di sela-sela kesibukannya menjadi dokter. Juna melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. Iya dia juga lulus S2 dengan nilai terbaik. Tapi dia kini tidak menjadi dokter, namun dia menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sifat Juna yang dulu dan sekarang berbeda setelah dia memasuki jenjang pendidikan S2. Juna yang sekarang lebih ke cuek, bodoamat, tegas, dan juga disipilin. Ditambah lagi Juna adalah dosen muda di kampus, sehingga banyak mahasiswi yang klepek-klepek sama dirinya. ______________________ "Pagi semua," ucap Juna saat memasuki ruang kelas. "PAGI PAK," jawab kompak seisi kelas. "Kali ini saya akan membagikan tugas ke kalian, dan minggu depan di kumpulkan di meja saya sebelum saya datang!" "Lha kita gak tau kapan bapak datang?" Ucap Riski selaku koordinator kelasnya. "Cari tau, atau nilai kalian semua bapak kurangi!" Jawabnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi mengeluh. Ada yang bisik-bisik tetangga atas dosennya yang killer bagi mereka. Namun pada saat Juna menghadap ke papan tulis untuk menuliskan tugas darinya, ada mahasisiwi yang masuk secara diam-diam. Tetapi insting Juna terlalu kuat, sehingga Juna mengetahuinya. "Diam ditempat!" Ucap Juna. Dan langkah kaki mahasiswi tersebut berhenti dan memejamkan matanya lalu menghadap ke dosennya. "Mau maling isi kelas?" Tanya Juna. Mahasiswi itu pun langsung menggelengkan kepalanya. "Lalu?" "Telat pak!" "Kamu keluar dari kelas saya dan selesai jam mata kuliah kamu, kamu temui saya di ruangan saya!" Ucap Juna. Mahasiswi tersebut membuang nafas beratnya lalu pergi meninggalkan kelasnya. ----------------•••••••••••••••------------------ 🥇 #10 in UNIVERSITAS 🥇 #8 in DOSEN 🥇 #1 in KILLER 🥇 #1 in TEENFICTIONINDONESIA 🥇 #1 in HANDSOM
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Numbness (selesai) cover
ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️ cover
The Dark Side(END) cover
AYKA cover
[COMPLETED✔] My Dear, Guanlin #WATTYS2020 [REVISI] cover
DAVINA (COMPLETED) cover
AlZeo [Completed] cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED] cover
The Power Of Stalker cover

Numbness (selesai)

51 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa