Story cover for Hijrah Cinta by noviaxya_
Hijrah Cinta
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Aug 18, 2021
"Saya tidak sudi punya menantu yang mempunyai masa lalu buruk seperti kamu!" 

"Astaghfirullah, bukankah abi kyai? harusnya abi lebih mengerti kondisi seperti ini." Radzan membela Aiza yang menangis di belakangnya. 

"Kamu akan menikahi gadis bukan perawan itu? di dalam agama, Allah merintah laki-laki baik menikahi perempuan baik-baik, begitu juga sebaliknya. Abi menyekolahkan kamu di Tarim dan kamu mendapatkan perempuan seperti ini?" 

"Abi, kalau memang gadis di hadapan abi ini bukan perawan. Izinkan Radzan membuktikannya." 

"Maksudnya?"

"Radzan akan menikahinya sekarang. Jika nanti malam Aiza terbukti tidak perawan, aku akan menceraikan Aiza, demi abi."
All Rights Reserved
Sign up to add Hijrah Cinta to your library and receive updates
or
#354menikah
Content Guidelines
You may also like
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) by NurHanifah064
80 parts Complete
"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah
Pelakor? by Loyalwin_ner
9 parts Complete
Arwa enggan menerima pernikahannya karena jauh sebelum menikah ia telah memiliki seorang kekasih yang di cintainya. Pernikahan akibat perjodohan bisnis tersebut memaksanya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak ia kenal sama sekali. Hingga Arwa menuduh Louay, suaminya berselingkuh dengan gadis muda bernama Ishana. Arwa tahu perselingkuhan itu tidak ada. Namun keegoisan membuatnya gelap mata. Louay yang juga sudah lelah dengan Arwa. Bersedia menikahi Ishana sesuai keinginan Arwa. Arwa berencana untuk menuduh Louay dan Ishana berselingkuh didepan Ayahnya agar perceraian menghampiri. "Baiklah. Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahi-nya tetapi aku tidak akan menceraikan-mu sebelum kamu memiliki bukti yang kuat untuk menuduhku kepada orang tua mu jika aku telah menduakanmu. Itu yang kamu mau kan?!" - Louay "Saya tidak bisa tinggal disini. Jika saya tinggal disini itu sama saja bukan perselingkuhan tetapi poligami."- Arwa ******** "Ya Allah... Hamba mohon jadikanlah hamba sebagai penghubung diantara kak Arwa dan kak Louay. Mereka orang orang yang baik ya Allah.. mereka pantas untuk bahagia. Satukanlah hati mereka ya Allah.. tumbuhkanlah rasa cinta didalamnya. Aamiin" - Ishana "Semoga pengorbanan Ishana tidaklah sia-sia ya Allah. Hamba mohon satukanlah mereka.. tambahkanlah rasa cinta terhadap Ishana dihati Louay begitu pun Ishana. Mereka telah berkorban demi hamba. Jadikanlah mereka suami istri yang saling mencintai karena-Mu. Jadikanlah Ishana sebagai pendamping Louay dalam impiannya membangun surga. Aamiin"- Arwa "Ya Allah hamba mohon ampuni hamba yang tidak pernah bebas dari kata khilaf ini ya Robbi.. ampuni juga dosa istri istri hamba yang telah ikut mempermainkan pernikahan. Pernikahan yang telah engkau janjikan kesuciannya. Hamba ikhlas atas apa yang engkau takdirkan pada hamba. Pertemukanlah istri istri hamba dengan seseorang yang terbaik untuk mereka. Sebelum hari itu tiba hamba mohon izinkan hamba membimbing dan menjaga mereka. Aamiin" - Louay
You may also like
Slide 1 of 9
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) cover
(TAMAT) CALON IMAM PILIHAN ABI cover
ANA UHIBBUKA FILLAH  (End) cover
Assalammualaikum, Ustadz [END] cover
Cahaya Di Ujung Penantian cover
Perjalanan Kisah Cinta Afia cover
Pelakor? cover
Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG cover
Simfoni Takdir ✔ cover

Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

80 parts Complete

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah