We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Blue
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
[Trilogi Colourful love:bagian pertama] Pernah, di suatu senja saat hujan deras mengguyur ibu kota. Langit Jakarta memekik dengan gemuruh petir bersahut-sahutan. Saat jeda keheningan menyapa, dentuman kilat kembali memecah langit. Seketika mereka terkejut bersamaan. "Ya Allah." "Ya, Widhi." Nama Tuhan mereka meluncur nyaris bersamaan. Hening kembali mengisi ruang. Dan saat itu, yang tersisa hanya tatapan-panjang, dalam, dan penuh tanya.
All Rights Reserved
#32
fiksipenggemar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • The King & The Doctor
  • Given || Ju Jihoon
  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Second

Di luar, dia adalah sosok dengan kulit porselen, mata selembut sutra, dan aura yang membuat para Alpha ingin berlutut melindunginya. Namun di dalam, Viann adalah pria BETA dari tahun 2028 yang sedang memutar otak demi menyelamatkan nyawanya. "Kenapa mereka ingin membunuhku kalau mereka bisa mencintaiku sampai gila?" Baginya, para protagonis pria yang menyeramkan itu hanyalah rintangan kecil. Kalau rayuan maut bisa membuat pedang mereka turun, kenapa tidak dilakukan? Nyawa cuma satu, tapi visual cantik ini harus dimanfaatkan. Target membunuh? Ya, sikat!! Warning ⚠️⚠️ alurnya lambat,MC gragas bikin malu pembaca,dan bikin stress(⁠^⁠^⁠) Tagar gak ada, karena WP baru,hasil dari pikiran sendiri,gak ada ambil dari referensi orang,selamat membaca.... Start:17 Januari 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines