That Bastard's Obsession

That Bastard's Obsession

  • WpView
    Reads 5,141
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
21+ [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Aku bukan seorang pelacur!" Celine menundukkan wajahnya dan membiarkan tetes demi tetes air mata membanjiri wajah merah padamnya sesaat setelah kata-kata itu keluar dari bibir pucatnya. Rasanya setelah semua yang terjadi, ia tidak lagi memiliki harga diri di hadapan seorang pria yang telah mendapatkan mahkotanya malam itu. Tubuhnya bergetar hebat kala sentuhan kasar itu kembali menyapu wajahnya. Bergerak mengusap air matanya dengan sorot nyalang yang seolah berhasil mengambil alih seluruh tubuhnya. "Apa perlu kuingatkan tentang apa yang terjadi di malam itu, hm?" Christian tersenyum puas melihat air mata yang perlahan membanjiri wajah anggun seorang wanita yang kini menjadi obsesi terbesarnya itu. Ratusan percintaan panas yang ia lakukan bersama seluruh wanitanya, rasanya sama sekali tak bisa dibandingkan dengan satu malam yang diberikan oleh sekretaris pribadinya itu. "Mulai hari ini. Aku mau kau hanya melacurkan dirimu di hadapanku, di depan mataku." bisik Christian menegaskan kepemilikannya atas tubuh yang berhasil membangkitkan nafsu buasnya itu. "Kau milikku, Celine. Hanya aku yang bisa memilikimu. Selamanya." Cover by : me ⚠️ Mengandung banyak adegan dewasa, unsur kekerasan, dan konten eksplisit ⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Win You (21+)
  • Felicia, My Darling! [TAMAT]
  • My Regret ( Tamat )
  • LUCKEN
  • LALULA
  • DANGEROUS MAN (END)
  • Sleeping With My Boss
  • Dia Pacarku! (21+)
  • Let's play (TELAH TERBIT)
  • DARK PARADISE

⚠️ 21+ sesuaikan usia kamu sebelum membaca tulisanku yang pasti bukan untuk anak remaja apa lagi anak kecil. "Vanilla, kau tahu apa yang kau lakukan?" "Tentu saja aku tahu." Ia menggesekkan area sensitifnya di benda berotot milik Nick. Bibirnya mengulas senyum penuh kemenangan yang terkesan jail. "Jangan salahkan aku jika... argh!" Nick menggeram, putus asa. "Fuck off!" "Jika apa?" "Jika benda itu tidak sengaja masuk, kau tahu itu risikonya, Vanilla," geram Nick jengkel karena Vanilla semakin menggodanya. Gadis itu terasa lembut, licin, dan hangat, Nick bisa merasakannya. Vanilla semakin menggoda Nick, menggesekkannya dengan lembut sambil mengerang dan menciumi sudut bibir bibir Nick berulang-ulang. "Nick... aku... sepertinya berubah pikiran." Nick mengatur napasnya. "Vanilla, jika kau terus bergerak ada kemungkinan benda itu akan tersesat masuk ke dalam." "Dia tidak akan tersesat kecuali kau menuntunnya." "Vanilla, it's not fucking jokes." Instagram @cherry.blossom0311 Facebook : Sakura Hikaru

More details
WpActionLinkContent Guidelines