Nirmala: Fall In Love System

Nirmala: Fall In Love System

  • WpView
    Reads 34,520
  • WpVote
    Votes 5,197
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
PPKM darurat yang diberlakukan dan pandemi yang tak surut ditambah tugas kampus yang menggunung membuat Nirmala ingin lari dan menciptakan dunia sendiri. Di tengah-tengah kewarasannya yang menurut Nirmala tak dapat lagi dipertahankan karena ia merasa tak ingin mati namun hidup pun segan. Dia bertemu sebuah sistem aneh dari sebuah permaianan bernama "Lari dari Pandemi." Dunia Pertama, Misi: Tolong jatuh cinta dan biarkan aku hidup Nirmala ingin kembali ke dunia nyata, menghadapi pandemi bersama-sama dengan teman sebangsa dari pada menyelesaikan misi yang mustahil. Bagaimana dia bisa menyelesaikan misi, jika perannya adalah Dyah Pitaloka yang bela pati karena Gajah Mada, terlebih dia harus membuat pria yang menjadi alasan kematiannya itu jatuh cinta. Apakah di dunia ini masih ada Hak Asasi Manusia? "Sistem, kamu benar-benar psikopat." Sistem [^^] Dunia kedua, Misi: Buat Sanskara Jatuh Cinta "Sistem, aku bilang ingin bertemu dengan badboy berhati hello kitty, bukan kutu buku berhati keji." Dunia ketiga Misi: Lihat aku, bukankah aku sangat cantik, jadi sudahkah kamu jatuh cinta? "Siapa yang akan jatuh cinta ditumpukan zombie?" [] Nirmala selalu ingin memukul sistem jika sudah begini. Mengapa penggembang game itu memilihnya untuk melakukan permainan seperti ini? Mengapa dia membuat permainan yang memuakan ( membuat jatuh cinta)? Omong kosong. Berapa banyak waktu yang harus dia habiskan untuk membuat seorang pria jatuh cinta padanya? Apakah Gajah Mada terlihat seperti pria yang akan melemparkan dirinya pada kecantikan? Atau apakah kutu buku itu terlihat seperti manusia baik hati yang pengertian dan menghargai kecantikan? Omong kosong. Mereka semua hanya manusia yang terobsesi pada kekuasaan dan kekuatan. "Mengapa kamu marah? Saya hanya membantu kamu lari dari pandemi seperti yang selama ini kamu inginkan." "Ayo bersama dan saling jatuh cinta." [] Story by Biru Cover by Canva 2021
All Rights Reserved
#431
quickwear
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Milenial VS Old Style (Completed)
  • Pungguk Memeluk Bulan (FULL)
  • Sailing With You [END]
  • GANTARA | TAMAT
  • Stuck With You | ON GOING
  • Aksareya
  • Angkasa [OPEN PRE-ORDER] ✔
  • NITYASA : The Special Gift

#Rank 2 Gaul (3 Maret 2021) #Rank 3 Milenial (3 Maret 2021) #Rank 2 Gaul (25 Maret 2021) #Rank 2 Milenial (26 Maret 2021) #Rank 3 Literasi (14 Mei 2021) #Rank 1 Gaul ( 19 Mei 2021) #Rank 2 School (20 Mei 2021) "Lo hidup di generasi muda sekarang, tapi sikap dan fashion lo terlalu old style. Gue heran, lo generasi sekarang, atau generasi masa lampau?" ~Panji Gumilang~ Panji Gumilang hidup di generasi milenial yang mempunyai segala kesempurnaan. Wajah tampan, kekayaan, pergaulan bebas, fashion yang sempurna, memiliki pengikut banyak di Tik tok, tapi tidak dengan kebahagiaan dalam kehidupan. Dibalik segala rasa tenar yang melekat, ada sisi di mana pria ini merasakan kehancuran, karena kehidupan di dunia Maya jauh lebih indah dari kehidupan nyata yang ia jalankan. Hidupnya selalu mendapatkan masalah, terlebih lagi saat sosok wanita dengan fashion masa lampau mengoyak seluruh hati dalam jiwanya. Melihatnya menangis, membuat ia ingin memeluknya. Marah saat orang lain menghina, dan membully nya karena penampilan dan sikapnya yang seperti orang kampungan ketika di Jakarta. Ingin melindungi adalah salah satu alasan kenapa ia berhenti menyakiti Prima. Gadis itu adalah Prima Pramesti. Kata orang cinta butuh pembuktian? Tapi bagi Prima kembalinya kebahagiaan adalah kunci utama dari cinta yang benar. Selama ini ia hidup dalam tekanan, kesunyian, diasingkan, dibully, bahkan tak pernah di anggap ada oleh keluarga terutama ibu tirinya. Faktor dari semua itu adalah karena ia ketinggalan zaman dan masih memakai gaya lama yang menurut mereka sangat kampungan. "Kita hidup bukan mencari ketenaran. Jangan jadi sempurna, karena kamu cantik. Jangan jadi populer karena attitude kamu baik, jadi wanita yang biasa-biasa saja. Bersembunyi dibalik kemampuan yang kita punya." ~ Prima Pramesti~

More details
WpActionLinkContent Guidelines