Geger Mustika Batu Biru

Geger Mustika Batu Biru

  • WpView
    Reads 8,727
  • WpVote
    Votes 529
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Lanjutan Cerita Geger Parahiyangan. Rimba persilatan kembali menghadapi bahaya ancaman kekacauan dan kehancuran. Seorang dukun sakti, yaitu Dukun Sakti Seribu Mantra yang menguasai Mustika Batu Biru milik Dewa Tongkat Iblis telah menggegerkan rimba persilatan. Kekuatan Mustika Batu Biru telah membuat banyak para jago silat turun gunung mengejar Dukun Sakti Seribu Mantra dan semuanya berusaha merebutnya. Banyak terjadi perkelahian antara para jago silat yang ingin merebut batu mustika tersebut. Hal ini membuat Dukun Sakti Seribu Mantra harus bersembunyi sementara waktu dan berusaha menyingkap semua kekuatan Mustika Batu Biru yang rencananya akan digunakan untuk menjadi pengusa rimba persilatan. Dukun Sakti Seribu Mantra lenyap, tapi kemudian muncul sosok lain bernama Ranawi atau bergelar Si Kobra Hitam yang ternyata menguasai Mustika Batu Biru. Dengan menggunakan kekuatan Mustika Batu Biru tokoh ini menjelma menjadi sosok sakti mandraguna sukar ditaklukan dan ingin merajai rimba persilatan. Banyak diantara para jago sakti golongan hitam berhasil ditaklukannya dan dijadikan pengikutnya. Akibat perbuatannya itu, bermunculan tokoh-tokoh muda sakti berbakat dari seluruh penjuru rimba persilatan yang berusaha menghentikan Ranawi. Tanpa si Kobra Hitam sadari, ternyata Ranawi hanya diperalat oleh seorang manusia setengah iblis yang memiliki kesaktian tiada tara dan masa ratusan tahun pernah membuat kegemparan di rimba persilatan. Manusia setengah iblis ini muncul kembali setelah selama tiga ratus tahun terpendam di bawah sebuah kawah. Tujuan dari mahluk iblis ini untuk menguasai dunia, dan membalas dendam terhadap orang-orang yang dahulu pernah mengalahkannya dan membuatnya terpendam selama ratusan tahun. Masalah cinta dan asmara, pengkhianatan serta kesetiaan membumbui cerita ini, juga tentang tanggung jawab, serta berpegang teguh pada prinsif kebenaran menjadi pelajaran berharga dalam cerita ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pendekar Laknat
  • Pendekar Riang (Huan Le Ying Xiong) - Gu Long
  • Geger Parahiyangan
  • Kuda Besi
  • Twins aka Pendekar Binal (Jue Dai Shuan Jiao) - Gu Long
  • Pendekar Aneh (Lie Tee Kie Eng) ~ Liang Ie Shen

MENGAPA? MENGAPA? MENGAPA? Demikian pertanyaan yang selalu menghuni dalam benak Siau-liong, jejaka berumur 16 tahun yang sedang belajar pada Tabib Sakti Jenggot Naga Kongsin To. Mengapa gurunya melarang ia untuk menuntut balas atas kematian ayahnya? Kata gurunya, larangan itu adalah pesan terakhir dari ayahnya, pada saat hendak menghembuskan napas terakhir. Mengapa mendiang ayahnya berpesan begitu? Dan mengapa pula gurunya melarang ia berkeliaran ke balik gunung? Sudah 10 tahun lamanya, pertanyaan itu mencengkam pikirannya, tanpa penyelesaian. Toh Hun-ki adalah suhu dari ayahnya dan bukan seorang jahat. Namun karena ia fanatik sekali terhadap gengsi maka ia meminta kematian Tang Gun-liong dan melukai isteri muridnya itu. Tjoa-sek Se-si Ki Ih, isteri Tang Gun-liong itu, berasal dari seberang laut. Wanita itu gemar membunuh sehingga menimbulkan bentrokan dengan partai-partai persilatan lain. Dan sebelum resmi menikah dengan Tang Gun-liong, ia sudah melahirkan anak, yakni Siau Liong. Sebagai ketua Kong-tong-pay, Toh Hun-ki malu terhadap perbuatan muridnya. Terpaksa ia membunuh Tang Gun-liong dan melukai isterinya. Dalam penderitaannya, Siau Liong memperoleh ilmu dari seorang kakek tua yang pada zamannya dikenal sebagai Pendekar Laknat yang sangat ditakuti oleh para pendekar dalam dunia persilatan. Dalam perantauannya, Siau Liong seringkali berperan sebagai Pendekar Laknat sehingga nama busuk gurunya dapat direhabilitasi dan dendam kematian ayahnya juga dapat diselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines