Albirru, the Devil Ketos!

Albirru, the Devil Ketos!

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 27, 2021
Albirru, ketos paling nyebelin, aneh, dan absurd sedunia. Ntah mungkin karena sebuah dosa besar di masalalu, Selangit harus terjebak dengan Albi yang berpredikat sebagai ketos setan. Mampukah Selangit menyelamatkan dirinya dari setan jelmaan yang berwajah malaikat ini? Bantuin Langit Yukk!!
All Rights Reserved
#7
kairo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • [DCRe-2] Senja Kelabu
  • Dunia Tak Sejahat Itu | Na Jaemin
  • OPACRAPHILE [End]
  • Angel Last Mission | NCT DREAM | PARK JISUNG
  • Poor Angel [Chenji]
  • Kosan Malapetaka
  • SEMESTA
  • You, the Baby and my God - Haechan NCT
  • BINTANG AKSENA (End) ✓

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines